nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Mutakhirkan Gempa Bali Menjadi Bermagnitudo 5,8

Arief Setyadi , Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 09:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 16 244 2079431 bmkg-mutakhirkan-gempa-bali-menjadi-bermagnitudo-5-8-lpiehlxe8E.jpg Kerusakan di gerbang masuk Nusa Dua, Bali, akibat gempa besar pada Selasa pagi. (Foto: Twitter @boengsoe_)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan kekuatan guncangan gempa Bali menjadi bermagnitudo 5,8. Sebelumnya dilaporkan dalam informasi awal gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 6,0.

Dilaporkan, episenter gempa bumi ini terletak pada titik koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT. Berlokasi di laut dengan jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, kedalaman 104 km.

Baca juga: Gempa Bermagnitudo 6,0 Guncang Nusa Dua Bali 

"Gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, Selasa (16/7/2019).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault)," lanjut dia.

Dampak gempa Bali di kawasan Ungasan. (Foto: Twitter @boengsoe_)

Ia memaparkan, guncangan gempa dilaporkan dirasakan hingga Badung, Nusa Dua, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Karangkates, Sumbawa, Banyuwangi, Jember, dan Lumajang.

Sampai saat ini, terang Rahmat, tidak ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa Bali. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Baca juga: Gempa Bali Membuat Karyawan Kantor di Badung Panik Keluar Gedung 

"Kepada masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Rahmat.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini