DEPOK - Pemerintah Kota Depok menggagas Sekolah Ayah Bunda sebagai serana pembelajaran ayah bunda dalam mengelola keluarga. Gagasan ini upaya mewujudkan Depok sebagai Kota Ramah Keluarga.
Menurut Wali Kota Depok, Mohammad Idris, keberadaan Sekolah Ayah Bunda ini sebagai upaya pemerintah mencegah terjadinya kekerasan anak. Hal ini karena anak menjadi bagian penting dalam rumah tangga, dan menjadi aset bangsa yang berharga.
“Kehebatan suatu bangsa dimulai dari unit terkecil keluarga. Saat keluarga sudah kokoh maka bisa menjadi solusi dari permasalahan bangsa,” kata Mohammad Idris usai meresmikan Sekolah Ayah Bunda di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Selasa 16 Juli 2019, seperti dikutip dari depok.go.id.
Sekolah Ayah Bunda ini dibuat dalam beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama dibuka untuk 25 pasang ayah dan bunda dengan usia di bawah 45 tahun. Mohammadi Idris memastikan warga yang ikut sekolah tersebut tidak dipungut biaya karena dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok.
“Sekolah Ayah Bunda akan diisi dengan pembicara yang berkompeten, mulai dari psikolog, pakar parenting, hingga tokoh ayah nasional seperti ayah Irwan Rinaldi. Lalu peserta akan diberikan kesempatan berbagi pengalaman dalam mengasuk anak,” jelasnya.
Mohammad Idris berharap kepada 25 pasang pertama ayah dan bunda yang mengikuti sekolah bisa menjadi trainer yang bisa membagi ilmunya dengan pasangan yang lainnya. Dengan begitu, ke depan keinginan Pemkot Depok menjadikan pasangan ayah bunda berdaya untuk anak yang bahagia di Depok dapat terwujud.
“Kami harapkan yang sudah mendapat ilmu bisa menularkan ke orang-orang sekitarnya. Agar terwujud Ketahanan Keluarga yang kokoh di Kota Depok,” tandasnya.
(Risna Nur Rahayu)