nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pantai Selatan Rawan Tsunami, Ini Imbauan BPBD DIY

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 22:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 19 510 2081172 pantai-selatan-rawan-tsunami-ini-imbauan-bpbd-diy-F1dkgGWpPS.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

YOGYAKARTA - Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsu menyebut Gumuk Pasir berperan penting sebagai tempat antisipasi potensi terjadi Tsunami. Karenanya dirinya berharap keberadaan gumuk pasir terus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

"Kita punya Gumuk Pasir untuk menyelamatkan diri jika terjadi gempa dan Tsunami bagi masyarakat yang ada di sekitar pantai Selatan," kata Danang saat ditemui di kantor BPBD DIY, Jumat (19/07/2019).

 Baca juga: BMKG Sebut Tsunami Pernah Terjadi di Selatan Jawa Ratusan Tahun Lalu

Menurutnya, sistem peringatan dini jika akan terjadi bencana tentu selalu diinformasikan. Kendati demikian, kepada masyarakat juga harus memiliki strategi jitu dengan insting yang kuat.

"Kalau ada potensi tsunami cepat cari informasinya di tempat layanan pantai. Sehingga ada waktu untuk menyelamatkan diri," jelasnya.

 Gelombang Tinggi

Masyarakat yang tinggal di Yogyakarta sudah familiar dengan gempa. Ancaman bencana tersebut tidak bisa dihilangkan. Karena pergerakan lempeng yang membuat bumi hidup menjadi gelombang gempa yang memicu tsunami. Sehinga sejumlah antisipasi baik dari BPBD DIY maupun pihak lain terus dioptimalkan.

 Baca juga: BMKG: Masyarakat Baru Sadar Ancaman Besar Gempa Sejak Tsunami Aceh

Masalahnya, bencana tsunami mulai gempa sampai terlandai, masyarakat hanya memiliki waktu selama 30 menit. 5 menit di dalamnya BMKG melakukan analisis apakah berpotensi tsunami atau tidak. Sehingga 25 menit adalah golden time pertaruhan untuk menyelamatkan nyawa.

"Dengan adanya pemahaman tersebut, masyarakat bisa berantisipasi lari kebukit. Disana ada gumuk pasir. Tapi kalau ke horizontal lebih cepat karena menyelamatkan kendaraan, bisa ke horizontal. Tapi itu tidak disarankan. Langkah terbaik adalah lari ke vertikal," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini