nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kamboja Bantah Izinkan China Tempatkan Pasukan di Pangkalan Angkatan Lautnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 12:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 22 18 2081955 kamboja-bantah-izinkan-china-tempatkan-pasukan-di-pangkalan-angkatan-lautnya-hD5W71khgq.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Media Amerika Serikat (AS), Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa China akan dapat menempatkan pasukannya di pangkalan angkatan laut Kamboja di bawah perjanjian rahasia yang telah dicapai kedua negara.

Mengutip pejabat AS dan sekutunya yang Menurut WSJ, perjanjian yang dicapai pada musim semi ini, tetapi tidak dipublikasikan itu memberi China akses eksklusif ke bagian dari Pangkalan Angkatan Laut Ream Kamboja di Teluk Thailand. Dengan kesepakatan tersebut, China akan memiliki kemampuan lebih besar untuk menegaskan klaim dan kepentingannya di wilayah yang sengketakan di Laut China Selatan.

Pejabat China dan Kamboja telah membantah menyepakati kesepakatan tersebut dan menyatakan perjanjian itu tidak pernah ada.

"Ini adalah berita terburuk yang pernah dibuat melawan Kamboja," kata Perdana Menteri Kamboja Hun Sen kepada situs berita pro-pemerintah, Fresh News, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (22/7/2019).

"Hal seperti itu tidak bisa terjadi karena menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer asing bertentangan dengan konstitusi Kamboja," katanya.

Juru bicara kementerian pertahanan Kamboja Chhum Socheat mengatakan kepada Reuters bahwa laporan itu "dibuat-buat dan tidak berdasar".

China yang merupakan sekutu regional terkuat Hun Sen, telah menggelontorkan miliaran dolar dalam bantuan pembangunan dan pinjaman ke Kamboja melalui kerangka kerja bilateral dan inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) China.

AS yang khawatir China akan mencoba mendapatkan keuntungan militer dari Kamboja, telah mengirimkan surat ke Phnom Penh, meminta negara itu untuk menolak pengaturan terkait penggunaan pangkalan angkatan lautnya dengan China.

"Kami prihatin bahwa setiap langkah pemerintah Kamboja untuk mengundang kehadiran militer asing di Kamboja akan mengancam koherensi dan sentralitas Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam mengoordinasikan pembangunan regional, dan mengganggu perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara," kata pernyataan itu.

Pada November lalu, Kamboja membantah laporan bahwa Beijing telah melobi negaranya sejak 2017 untuk pangkalan angkatan laut yang dapat menampung frigat, kapal perusak dan kapal lain milik Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini