nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapal Selam Prancis Akhirnya Ditemukan Setelah Hilang Selama 50 Tahun

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 21:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 23 18 2082653 kapal-selam-prancis-akhirnya-ditemukan-setelah-hilang-selama-50-tahun-gClgzAw3Rh.jpg Foto Minerve yang diambil empat tahun sebelum kepal selam itu menghilang. (Foto: Keystone-France via Getty)

PARIS - Sebuah kapal selam Prancis yang hilang selama 50 tahun telah ditemukan oleh sebuah tim pencari. Penemuan itu diumumkan oleh Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly melalui sebuah tweet, menyebutnya sebagai “prestasi teknis dan melegakan”.

Lima puluh dua pelaut berada di dalam Minerve ketikan kapal selam itu menghilang di dekat Pelabuhan Toulon, pantai selatan Prancis pada Januari 1968. Upaya-upaya sebelumnya untuk mencari kapal selam itu tidak membuahkan hasil.

Parly mengumumkan upaya baru pencairan Minerve pada awal tahun ini menyusul permintaan baru dari keluarga para pelaut untuk mencari jasad orang-orang tercinta mereka.

Bangkai kapal Minerve yang ditemukan Ocean Infinity. (Foto: Marine Nationale)

"Kami baru saja menemukan Minerve," kata Parly dalam tweet berbahasa Prancis sebagaimana dilansir BBC, Selasa (23/7/2019). "Ini sukses, melegakan dan prestasi teknis. Saya memikirkan keluarga yang telah menunggu saat ini begitu lama."

Tim pencarian baru dilaporkan menganalisis kembali data dari kecelakaan, termasuk pasang surut, untuk membantu menemukan puing-puing dengan bantuan teknologi baru.

Foto kru Minerve diambil pada 1965. (Foto: AFP)

Berdasarkan keterangan seorang pejabat angkatan laut Prancis, penemuan terakhir itu dilakukan oleh sebuah kapal milik perusahaan swasta Amerika Serikat (AS) Ocean Infinity.

Kapal selam yang hilang ditemukan 45km dari Toulon di kedalaman 2.370m di bawah permukaan laut.

Penyebab pasti di balik kecelakaan yang melibatkan Minerve belum pernah terungkap. Insiden itu adalah satu dari serangkaian bencana mematikan yang melibatkan kapal selam militer di seluruh dunia sepanjang 1960-an.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini