Golkar Serahkan Sepenuhnya ke Jokowi soal Gerindra Gabung Koalisi

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 25 Juli 2019 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 25 605 2083420 golkar-serahkan-sepenuhnya-ke-jokowi-soal-gerindra-gabung-koalisi-AsWWmOATln.jpg Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) jika nantinya membuat keputusan menerima Gerindra atau parpol lain bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja.

Menurut Ace, hanya Jokowi yang memahami apa yang dibutuhkan oleh pemerintahannya dalam lima tahun ke depan.

Baca juga: Obrolan Prabowo dan Megawati Ditemani Segelas Es Kopyor hingga Bakwan Goreng 

"Kami mempersilakan memberikan kepercayaan kepada Pak Jokowi untuk mengambil keputusan politik yang tepat," kata Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Ace meyakini Jokowi tentu memiliki pandangan tersendiri apa yang dibutuhkannya dalam menjalankan pemerintahan yang efektif periode selanjutnya. Namun, menurut dia, parpol koalisi yang ada saat ini sudah sangat cukup untuk membuat efektivitas tersebut.

Pertemuan Prabowo Subianto-Megawati Soekarnoputri. (Foto: Dok PDIP)

"Efektif saya kira. Kalau kita melihat lima tahun ke belakang memang dibutuhkan hubungan politik, nah kami meyakini dengan KIK (Koalisi Indonesia Kerja) ini sebetulnya dukungan politik itu sudah sangat-sangat cukup," ungkap Ace.

Ia juga menegaskan apabila nantinya ada parpol di luar koalisi yang masuk harus ada kesamaan visi-misi politik, supaya tidak mengganggu jalannya pemerintahan ke depan.

Baca juga: Bakwan dengan Bumbu Spesial Racikan Megawati untuk Prabowo Subianto 

"Karena kita tahu bahwa dalam kampanye kemarin misalnya bisa dilihat dari visi-misi kedua capres me-review ke belakang itu jelas terjadi perbedaan. Nah yang ingin saya sampaikan bahwa menyatukan diri dalam satu koalisi pemerintahan tentu harus dilakukan bedasarkan atas kesamaan visi dan misi dulu, baru kita bicara soal kepentingan-kepentingan jangka pendek," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, belakangan kencang beredar kabar Gerindra dan sejumlah partai lain akan merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Bahkan kemarin, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Golkar: Diplomasi Nasi Goreng Prabowo-Megawati Bisa Redakan Suasana Pasca-Pilpres 2019 

Usai pertemuan, Megawati mengatakan dalam sistem tata negara Indonesia tidak dikenal istilah oposisi dan koalisi. Namun demikian, perbedaan politik akan selalu ada, karena itu dialog menjadi penting untuk menyelesaikan semuanya.

Pertemuan Prabowo Subianto-Megawati Soekarnoputri. (Foto: Ist)

Sementara Prabowo mengatakan merasa dekat dengan Megawati dan keluarga. Ia sebenarnya sudah lama ingin bertemu Mega, namun baru kesampaian sekarang.

Baca juga: Demokrat Bandingkan Pertemuan Prabowo-Megawati dengan AHY 

"Jadi saya kadang-kadang berbeda dalam beberapa sikap politik yang tidak prinsip menurut saya, karena yang utama, kami sama-sama patriot sama-sama komit pada NKRI dan harga mati," ucap Prabowo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini