Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tanda Unik Sebelum Gempa dan Tsunami, Awan Aneh hingga Migrasi Kawanan Gajah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Sabtu, 27 Juli 2019 |09:31 WIB
Tanda Unik Sebelum Gempa dan Tsunami, Awan Aneh hingga Migrasi Kawanan Gajah
Foto: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko menerangkan bahwa hampir setiap daerah miliki keunikan yang berbeda-beda terkait potensi bencana alam gempa dan tsunami.

"Setiap daerah ancamannya itu tak perlu digenalisir. Ancamannya itu unik-unik," kata Widjo saat berbincang dengan Okezone,

Widjo menerangkan, keunikan potensi gempa dan tsunami tersebut bisa bermacam-macam seperti bentuk topografi daerah rawan bencana tersebut.

"Misalnya di sini tingginya berapa dan lain-lain. Sehingga mitigasi juga berbeda-beda misalnya jalur evakuasi, ketinggian selter, dan lainnya," tandasnya.

Tanda-Tanda Bencana Alam

Lipsus Gempa Tsunami

Widjo membenarkan bahwa setiap daerah juga mempunyai kearifan lokal dalam membaca tanda-tanda sebelum terjadinya bencana alam.

Ia pun mencontohkan di beberapa daerah kerap melaporkan adanya bentuk awan aneh sebelum adanya gempa bumi dan tsunami di daerah tersebut.

"Tapi secara peper atau kajian ilimiah itu tidak banyak. Tapi memang beberapa dilaporkan misal ada awan aneh," ujarnya.

Ilustrasi

Widjo kembali mencontohkan adanya tanda alam berupa kawanan gajah yang bermigrasi jauh meninggalkan pantai beberapa hari sebelum terjadinya tsunami di India, dan Srilanka pada 2004 silam.

"Ada bukti ke arah sana. Tapi karena kajian ilimiah belum banyak, jadi belum firm. Kita tidak menggunakan tanda-tanda itu. Misal di India, dan Srilanka pada 2004 itu ada rombongan gajah dia lari dari pantai kemudian terjadilah 2004 itu," sambungnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement