Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesadaran Masyarakat Indonesia Akan Gempa dan Tsunami Sudah Tumbuh

Taufik Budi , Jurnalis-Sabtu, 27 Juli 2019 |16:34 WIB
Kesadaran Masyarakat Indonesia Akan Gempa dan Tsunami Sudah Tumbuh
Ilustrasi
A
A
A

SEMARANG - Pemerintah diminta memetakan daerah-daerah rawan bencana geologi agar tak digunakan sebagai kawasan permukiman. Untuk itu, maka pakar geologi atau geologist perlu dilibatkan dalam pemetaan tata kota agar dapat meminimalisasi korban bila terjadi bencana.

“Jika pada penataan tata ruang itu sebaiknya juga memanggil dan mendengarkan para geologis di wilayah tersebut, sehingga tidak salah dalam penataan ruang. Tidak semata-mata investasi terus-menerus tapi tidak memperhatikan keselamatan warga,” tegas geologist Universitas Diponegoro (Undip), Dr.rer.nat. Thomas Triadi Putranto, ST, M.Eng, Jumat (26/7/2019).

Menurut pengamatannya, kawasan-kawasan rawan bencana terutama di sepanjang garis pantai kini tak lagi menjamur bangunan villa. Sebab, jika terjadi tsunami maka kawasan pantai adalah paling awal bakal tersapu gelombang laut.

“Sekarang ini mereka (warga) sudah tidak lagi membuat membuat zona bencana itu ditempatkan untuk pemukiman. Misalkan untuk di Pantai Selatan itu juga tidak membuat villa-villa yang banyak sekali, atau permukiman yang di daerah tempat wisata (pantai)," ujarnya.

Lipsus Gempa Tsunami

“Sehingga bila terjadi bencana tidak banyak korban, mereka sudah meminimalkan. Mereka menempatkan permukiman bukan lagi di tepi tepi pantai, tapi mereka sudah bergerak moving ke arah daerah daratan yang letaknya dari sisi evakuasi kalau terjadi tsunami itu zero accident,” terangnya.

Kesadaran masyarakat di daerah rawan gempa dan tsunami juga terus tumbuh. Mereka menggunakan bangunan yang sudah diadaptasi jika terjadi gempa. “(Kesadaran) sudah mulai tumbuh. Di pantai selatan rumah-rumahnya tidak berat-berat atapnya, sehingga kalau ada pergerakan tidak langsung ambrol. Bengkulu yang memang zona gempa juga tidak menggunakan atap yang berat, untuk rumahnya bahkan menggunakan semacam daun pepaya sehingga kalau ada bencana gempa tidak langsung rubuh rumahnya,” tambah dia.

Ilustrasi Gempa

“Juga terkait dengan vondasi-vondasi harus diperhatikan, karena kekokohan vondasi untuk menahan gempa juga harus disimulasikan. Semua sekarang tetap aware yang model zona-zona (rawan bencana) itu. Daerah yang potensi bencana gempa dan tsunami, pemerintah tidak menempatkan untuk kawasan perumahan sehingga bisa meminimalkan dampak atau akibat yang terjadi kalau ada bencana geologi,” tandasnya.

Thomas menyebut, pihaknya juga aktif dalam edukasi mewaspadai potensi bencana geologi. Terlebih daerah Kota Semarang rawan terjadi bencana tanah longsor, sehingga masyarakat perlu mendapat pendidikan mitigasi agar dapat menyelamatkan diri.

“Kalau kami bekerjasama dengan LSM. Kemarin saya di daerah di Semarang ada bencana geologi, longsor. Kami dengan dengan masyarakat yang sadar bencana longsor bekerjasama melakukan sosialisasi wilayah-wilayah yang rawan terhadap bencana longsor di Semarang,” ucapnya.

“Kita mesti memberikan apa yang harus dilakukan pada saat kita punya kawasan bencana seperti ini (rawan bencana). Kita selalu melakukan sosialisasi-sosialisasi terutama pada daerah yang memang kita ketahui rawan terjadi longsor, kalau di Semarang,” imbuh dia.

Meski demikian, pihaknya juga melakukan pendampingan masyarakat di Klaten yang beberapa waktu lalu turut digoyang gempa. “Di daerah Bayat, Klaten kita sama-sama memberikan semacam pengarahan kepada masyarakat dan sekitarnya. Di daerah ini juga pernah terjadi bencana gempa, kita sosialisasikan terus. Jadi kita memberikan semacam program pengabdian kepada masyarakat terkait dengan bencana geologi dan antisipasi mitigasinya,” katanya menghakhiri pembicaraan.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement