Pengamat militer Sidratahta Mukhtar menilai proses pencarian Helikopter MI-17 memang belum maksimal. Ia menyarankan, KSAD menggandeng instansi lain dalam proses pencarian, bisa dengan Basarnas, atau lembaga pemerintah lainnya.
"Saya belum lihat KSAD mengambil tindakan cepat. Belum maksimal," ujarnya.
Ia menegaskan, jangan sampai ada komunikasi yang buruk antar-instansi, karena sudah semestinya semua bersinergi. "Saya menduga itu. Memang dalam banyak hal ada kaitannya dengan regenerasi di TNI yang terlalu politis yang secara strategis menghambat dalam membangun koordinasi," tuturnya.
Helikopter dengan nomor registrasi HA-5138 hilang pada Jumat 28 Juni setelah terbang dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Helikopter mengangkut 12 orang untuk mengirim logistik prajurit.
Baca Juga: Ritual Bakar Batu Digelar untuk Temukan Helikopter TNI AD yang Hilang Kontak di Papua
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.