JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak setuju keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berencana memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan.
“Dugaan saya, ini terlalu dianggap gampang. Pemerintah tidak paham betapa besar dari pekerjaan ini,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/7/2019).
Dirinya mengusulkan pemindahan Ibu Kota menggunakan konsep negara kemaritiman. Karena itu, harus diletakan di kepualuan agar sesuai dengan potensi maritim yang dimiliki bangsa.
“Harusnya (ibu kota) itu di buat di kepulauan gitu loh,” ujarnya.

Fahri pun menginginkan Jokowi menggunakan Pulau Reklamasi di Teluk Jakarta sebagai Ibu Kota yang baru ketimbang memilih Pulau Kalimantan.
“Ya sudah pindahin Ibu Kota itu ke Pulau Reklamasi. Saya sudah hitung luas Pulau Reklamasi dengan Wasinton Dc, itu persis sama,” kata dia.
“Jadi ngapain ke Kalimantan, situ aja ada pulau reklamasi bagus, pakai saja itu. Ambil alih saja, dari pada di tengah Kalimantan, ada apa di tengah Kalimantan itu? Susah orang,” tambahnya.
Baca Juga: Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Pengganti Jakarta pada Agustus 2019
Baca Juga: BNPB: 2.347 Desa dari 8 Provinsi Terkena Dampak Kekeringan
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memutuskan akan memindahkan Ibu Kota Indonesia ke Pulau Kalimantan, karena Jakarta dinilai sudah tak layak lagi karena terlalu padat. Namun, lokasi pastinya akan diumumkan pada Agustus 2019.
“Sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantannya yang Kalimantan mana yang belum. Nanti kita sampaikan Agustus-lah,” kata Jokowi.
(Angkasa Yudhistira)