nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Bocah Asal Malang Penderita Penyakit Komplikasi yang Butuh Uluran Tangan

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 01:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 01 519 2086648 kisah-bocah-asal-malang-penderita-penyakit-komplikasi-yang-butuh-uluran-tangan-I8j82uE0H7.jpg Rumah Sederhana Selfi Agista Putri, Anak Penderita Penyakit Komplikasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang Butuh Bantuan (foto: Avirista Midaada/Okezone)

MALANG - Selfi Agista Putri, hanya bisa terbaring lemas di kediamannya Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Tubuh bocah siswi SDN 1 Pandansari ini mengidap komplikasi penyakit yang ia derita setahun ini.

Anak dari pasangan Harno dan Suliyah ini mengidap penyakit jantung, paru - paru bengkak, dan ginjal. Kedua orangtua yang bekerja sebagai buruh tani tak bisa berbuat banyak mengobati sang anak.

Baca Juga: Perempuan Ini Alami Penyakit Aneh, Kulitnya Bersisik dan Butuh Biaya Pengobatan 

Selfi Agista Putri, hanya bisa terbaring lemas di ke diamannya Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (foto: Avirista Midaada/Okezone)

Jangankan memeriksakan berobat untuk sang anak, untuk kebutuhan makan sehari - hari keluarga mengalami kesusahan. Kondisi rumah yang dihuni pun cukup memprihatinkan, rumah yang sebagian besar terbuat kayu dan anyaman bambu membuat udara dingin begitu menusuk saat malam menjelang.

Bahkan saat hujan deras turun, tak jarang meski di dalam rumah tetap saja basah lantaran air hujan yang masuk dari celah-celah rumah.

Ironisnya lagi keluarga Harno belum memiliki dokumen kependudukan, sehingga belum terdata sebagai warga negara. Keterbatasan sumber daya manusia dan minimnya informasi menjadi penyebabnya.

Koordinator LSM Prodesa, Ahmad Kusaeri mengatakan kondisi Selfi memang dipengaruhi oleh tingkat perekonomian keluarganya.

"Pekerjaan orang tuanya hanya buruh tani. Kadang - kadang juga mengurus hewan milik orang lain," ungkap Kusaeri ditemui Okezone di rumahnya, Kamis (1/8/2019).

Selfi Agista Putri, hanya bisa terbaring lemas di ke diamannya Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang (foto: Avirista Midaada/Okezone)	 

Kusaeri menambahkan, meski oleh warga dan beberapa pihak telah dibawa ke RSUD Saiful Anwar untuk menjalani. Namun tingginya biaya pengobatan membuat Selfi butuh uluran tangan membuat pengobatan medis belum dilakukan sepenuhnya.

"Keluarga tersebut belum di-cover KIS. Jadi kemarin ketika dirujuk ke RSSA pembiayaan pengobatan harus mandiri dan membutuhkan bantuan orang lain. Karena belum ditanggung oleh negara," lanjutnya.

Baca Juga: Puluhan Warga Bogor Terserang Virus Chikungunya hingga Tak Bisa Berjalan 

Pihaknya sendiri telah bekerjasama dengan pemerintah desa untuk menggalang dukungan dana bantuan. "Kami dari ProDesa memang intens mendampingi yang bersangkutan. Kemarin kita juga sudah serahkan ke pihak desa langsung donasi tunai untuk diserahkan kepada keluarga Selfi," sambung Kusaeri.

Di sisi lain orang tua Selfi, Harno hanya berharap anaknya bisa pulih seperti sedia kala. "Saya ingin anak saya bisa sehat kembali. Dia memang sakit setahun ini," ucap Harno.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini