nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AJI Kecam Pemukulan Jurnalis Kampus oleh Rektor UNM

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 17:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 01 609 2086492 aji-kecam-pemukulan-jurnalis-kampus-oleh-rektor-unm-LihIs9a01z.jpg Ilustrasi

MAKASSAR - Wahyudin, seorang jurnalis kampus atau reporter Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makasar (UNM) menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh Rektor UNM, Husain Syam. Kini sang rektor telah dilapor ke pihak yang berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas tindak pidana penganiyaan.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar mengecam pemukulan reporter pers mahasiswa yang dilakukan oleh Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam.

Ketua AJI Makassar Nurdin Amir mengaku sangat menyangkan tindakan rektor yang bertindak sangat arogan. Apalagi tindakan premanisme itu berlangsung di tengah perayaan pameran Dies Natalis UNM yang ke -58 di Pelataran Menara Pinisi, Makassar.

"Tak hanya memukul, rektor (Husain) kemudian melakukan upaya intimidasi terhadap Wahyuddin. Ia mengancam akan menyelesaikan Wahyudin kalau pemberitaan tetap dipertahankan seperti pada tabloid yang beredar sekarang," kata Nurdin kepada Okezone melalui pesan tertulisnya Kamis (1/8/2019).

Jurnalis UNM dianiaya rektor

Nurdin menilai kekerasan pemukulan dan intimidasi yang dilakukan Rektor UNM Syam terhadap wartawan melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Pasal 8 UU Pers menyatakan dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum.

Selain itu, lanjut Nurdin UU Pers juga mengatur sanksi bagi mereka yang menghalang-halangi kerja wartawan. Pasal 18 UU Pers menyebutkan.

"Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta," ungkap Nurdin.

AJI Makassar kata Nurdin, juga mendesak kepolisian memproses tindakan kekerasan tersebut. Sikap tegas dari penegak hukum diharapkan agar peristiwa serupa tidak terulang.

"Korban Wahyudin sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Kita tunggu sikap tegas pihak kepolisian, proses hukum harus berjalan dan tidak boleh pandang bulu," tegas Nurdin.

Atas intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis tersebut, AJI Makassar mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh Rektor UNM Husain Syam terhadap jurnalis atau reporter LPM Profesi UNM Makassar karena pemberitaan.

Baca Juga: Rektor UNM Pukul dan Intimidasi Jurnalis Kampus Terkait Pemberitaan

"Kami tentu sangat menyangkan dan mendesak aparat kepolisian memproses tindakan kekerasan yang dilakukan Rektor agar segera diadili hingga mendapatkan hukuman seberat-beratnya agar ada efek jera. Sehingga kasus serupa tak terulang di masa mendatang," tegas Nurdin.

Selain itu, parat kepolisian juga diminta mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis sebelumnya. Sebab, hingga kini belum ada kasus kekerasan terhadap jurnalis yang tuntas sampai pengadilan.

"Dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan intimidasi, persekusi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang liputan atau karena pemberitaan," tutup Nurdin

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini