Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Sosok Almarhum Pimpinan Ponpes Al-Mukmin Ngruki yang Tak Malu Jualan Kerupuk

Bramantyo , Jurnalis-Minggu, 04 Agustus 2019 |23:06 WIB
Mengenal Sosok Almarhum Pimpinan Ponpes Al-Mukmin Ngruki yang Tak Malu Jualan Kerupuk
ilustrasi
A
A
A

SUKOHARJO - Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, benar-benar kehilangan sosok almarhum Ustadz Wahyuddin. Bagaimana tidak, di mata para santrinya, almarhum tidak hanya pandai dalam menguasai enam bahasa, tapi juga dikenal sederhana dan berwibawa.

Humas Ponpes Islam Al Mukmin, Ngruki, Muchson, mengatakan, meski istri beliau adalah pendiri Ponpes Al-Mukmin, namun almarhum tak pernah malu untuk berjualan kerupuk.

"Istri beliau adalah pendiri Ponpes Al-Mukmin, ustadz Abdullah Sungkar. Mesti begitu, almarhum tak pernah malu untuk berjualan kerupuk," papar Muchson, di Ponpes Al-Mukmin, Ngeruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (4/8/2019).

Menurut Muchson, Ustadz Wahyuddin benar-benar merangkak dari bawah meskipun istri almarhum pendiri ponpes. Datang ke ponpes sekira tahun 1974, usai menimba ilmu di Ponpes Gontor, Ustad Wahyuddin memulai pengabdiannya di Ponpes Al-Mukmin, Ngeruki, sebagai tenaga pengajar biasa.

"Setelah beliau (almarhum ustad Wahyuddin) selesai menimba ilmu di Gontor, beliau datang dan mengajar sebagai pengajar biasa di Ponpes Al-Mukmin," papar Muchson.

Bertahun-tahun mengajar sebagai pengajar biasa, almarhum yang tinggalnya persis di samping kediaman ustad Abu Bakar Ba'asyir ini dipercaya sebagai pembantu Direktur di yayasan Ponpes Al-Mukmin.

Ilustrasi

Meski begitu, almarhum masih terus mengajar. Kemudian, Yayasan pun mengangkat almarhum sebagai Direktur. Dan baru dua tahun ini, almarhum dipercaya sebagai Ketua Yayasan Ponpes Al-Mukmin.

"Saat menjabat sebagai Direktur di tahun 80-an, Ustad Wahyudin tidak lagi berjualan kerupuk," terangnya.

Baca juga: Pimpinan Ponpes Al Mukmin Ngruki Tutup Usia

Baca Juga: Listrik Kembali Menyala, tapi KRL Belum Bisa Beroperasi Seutuhnya

Tak ada firasat apapun sebelum kepergian Ustad Wahyuddin. Pasalnya, setiap sakit,ustad Wahyudin yang memiliki riwayat penyakit gula, selalu mengatakan bila dirinya ingin dimakamkan di tanah kelahirannya yaitu Ciamis.

"Setiap sakit, ustadz selalu berkata ingin dimakamkan ditahan kelahirannya Ciamis. Kebetulan di Ciamis, beliau juga ponpes Nurul Salam. Di ponpes itulah beliau ingin dimakamkan," paparnya.

Pihak Ponpes, ungkap Muchson, belum berencana membahas siapa yang layak menggantikan posisi Ustad Wahyuddin sebagai Ketua Yayasan Ponpes Al-Mukmin, Ngeruki.

"Belum berpikir (pengganti ustad Wahyuddin) sebagai Ketua Yayasan. Kalau sekarang Direkturnya direktunya Ustad Hanifah. Masih fokus di prosesi pemakaman beliau,'terangnya.

Seperti yang diberitakan Okezone, Ketua Yayasan Ponpes Al-Mukmin, Ngeruki ini meninggal dunia di rumah sakit PKU Muhammadiyah karena menderita sakit komplikasi paru-paru yang dideritanya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement