nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pimpinan Ponpes Al Mukmin Ngruki Tutup Usia

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 04 Agustus 2019 20:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 04 512 2087603 pimpinan-ponpes-al-mukmin-ngruki-tutup-usia-Y0wbiW2Fu5.jpg ilustrasi

SOLO - Kabar duka datang dari Pondok pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pimpinan Ponpes Al Mukmin, Ngruki KH Wahyudin (67) tutup usia karena sakit paru-paru yang dideritanya.

Juru bicara Laskar Umat Islam Surakarta Endro Sudarsono mengatakan ustad Wahyudin menghembuskan nafas terakhir pada hari Minggu 4 Agustus 2019 sekira pukul 15.58 WIB di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Solo.

"Inalilahi wa Inna ilaihi raji'un telah meninggal dunia dengan tenang Ustad KH Wahyudin, pimpinan ponpes Al-Mukmin, Ngeruki, Minggu 4 Agustus sekira pukul 15.58 WIB," papar Ustadz Endro pada Okezone, Minggu (4/8/2019).

Menurut Endro, almarhum akan dimakamkan di ponpes Nurul Salam, Cianjur, Jawa Barat, sesuai dengan permintaan terakhir almarhum tiga hari sebelum dilarikan ke rumah sakit PKU Muhammadiyah.

Ilustrasi

Saat menyampaikan wasiat, Ustadz Wahyudin sudah dalam kondisi sakit setelah menyampaikan pesan tersebut pada keluarganya, Ustad Wahyudin jatuh pingsan tak sadarkan diri.

"Ustadz Wahyudin minta dimakamkan di Ponpes Nurul Salam, Cianjur yang juga dikelolanya," terang Endro. Rencannya, jenazah akan dibawa ke Cinajur dari Ponpes Al Mukmin, Ngeruki, malam ini sekira pukul 20.00 WIB.

Terpisah, putra ke 3 Ustad Wahyudin, Hilmi Zulkarnain mengatakan ayahnya meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang dideritanya seperti Paru-paru, Diabetes dan Vertigo.

"Tiga hari lalu Ustadz Wahyudi berkeringat dingin dan muntah-muntah. Saat itu juga langsung dibawa ke rumah sakit,"papar Hilmi. Menurut Hilmi, pada hari Sabtu sekira pukul 06.00 WIB, ustad Wahyudi kondisinya menurun dan terpaksa masuk ICU lagi.

Baca Juga: Perempuan Berkerudung Merah Tak Sadar Terekam CCTV saat Asyik Mencuri

Baca Juga: Bupati Pasaman Barat Meninggal, Wakilnya Jadi Pengganti Sementara

Saat di ICU, tim dokter rumah sakit PKU menemukan adannya infeksi paru-paru di Ustadz Wahyudin. Infeksi inilah yang membuat Ustad Wahyudi. "Ventilator alat pernapasan terpaksa dipasang tim dokter karena Ustad Wahyudin sulit bernapas," terangnya.

Meski dokter spesialis dalam yang juga kepala ICU RS PKU Surakarta, dr. Arifin telah memasang alat ventilator, kondisi ustad Wahyudin terus menurun. "Kami sekeluarga memohon maaf sebesar-besarnya bila semasa hidup ustad Wahyudin ada khilaf yang dilakukannya," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini