nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Morrison: Australia Tidak Akan Jadi Tempat Pesebaran Rudal AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 18:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 05 18 2088018 pm-morrison-australia-tidak-akan-jadi-tempat-pesebaran-rudal-as-h2E9nQ9hGc.jpg Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. (Foto: Reuters)

SYDNEY – Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison mengatakan bahwa rudal jarak menengah Amerika Serikat (AS) tidak akan disebarkan di Australia. Pernyataan itu disampaikan Morrison pada Senin, setelah AS mengungkapkan keinginannya untuk menempatkan rudalnya di wilayah Asia-Pasifik.

Para pejabat dari kedua pemerintah mengadakan pembicaraan di Sydney selama akhir pekan yang berakhir dengan pernyataan bersama di mana AS dan Australia berjanji untuk memperkuat perlawanan terhadap kegiatan-kegiatan China di Asia-Pasifik. Baik AS dan Australia khawatir akan penyebaran pengaruh China yang semakin besar di kawasan tersebut.

Selama pembicaraan tersebut, Menteri Pertahanan AS, Mark Esper berbicara tentang harapan Washington untuk menempatkan rudal di kawasan Asia-Pasifik dalam beberapa bulan mendatang menyusul penarikan AS dari perjanjian pengawasan senjata penting pekan lalu.

Komentar Esper memicu spekulasi bahwa Australia telah diminta untuk menjadi tempat penempatan rudal-rudal tersebut. Namun, Morrison membantah dugaan bahwa permintaan telah dibuat dan mengatakan Australia akan menolak jika AS memintanya di masa depan.

"Hal itu tidak diminta kepada kami, tidak dipertimbangkan, tidak diajukan kepada kami. Saya pikir saya adalah aturan di bawah itu,” kata Morrison kepada wartawan di Brisbane sebagaimana dilansir Reuters, Senin (5/8/2019).

Meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing baru-baru ini, baik dalam perdagangan maupun hak navigasi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan, telah menempatkan Australia pada posisi yang canggung, karena AS adalah sekutu dekatnya, sementara China adalah pasar ekspor terbesarnya.

Australia khawatir China menggunakan jalur bantuan asing untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar atas negara-negara kecil Pasifik yang mengendalikan wilayah luas lautan yang kaya sumber daya.

Australia, yang secara tradisional kekuatan utama di Pasifik Selatan, telah menjanjikan hingga AUD3 miliar (sekira Rp29 triliun) dalam bentuk hibah dan pinjaman murah untuk melawan "diplomasi pinjaman" China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini