LEICESTER - Seorang pria disunat karena kesalahan prosedur rumah sakit mendapatkan uang kompensasi sebesar 20.000 Poundsterling (Rp345 juta).
Terry Brazier seharusnya disuntikkan botox di kandung kemihnya ketika ia masuk untuk perawatan di Rumah Sakit Leicester Royal Infirmary, mengutip BBC News, Kamis (8/8/2019).
Namun karena kesalahan prosedur rumah sakit malah menyunat penisnya.
Baca juga: Pria Berkeliaran dengan Penis Terpotong Kembali Terjadi di Spanyol
Baca juga: Pria Ini Kaget Penisnya Terpotong saat Bangun Tidur
Pihak rumah sakit memberi tahu Brazier dengan mengatakan "Maaf, tapi kami sudah menyunatmu".
Pria 70 tahun menunggu selama dua jam sebelum rumah sakit menyampaikan infromasi bahwa ia sudah disunat. Brazier menjawab, “Oh, benarkah?"
"Apa lagi yang bisa saya katakan? Saya terkejut, saya tidak percaya apa yang mereka katakan kepada saya," katanya.

Kesalahan prosedur penyunatan yang terjadi pada tahun 2018 dicatat "tidak pernah terjadi".
Brazier memutuskan untuk mengambil tindakan hukum kepada Rumah Sakit Leicester.
"Itu bisa menjadi lebih buruk bagi orang lain, bisa saja bagian tubuh orang lain yang diamputasi,” kata dia..
"Ini seharusnya tidak terjadi dan yang lebih penting saya tidak ingin itu terjadi lagi.”
Andrew Furlong, direktur medis di Rumah Sakit Universitas Leicester, mengatakan pihaknya menangani peristiwa salah penyunatan tersebut sangat serius, dan melakukan penyelidikan menyeluruh agar pihaknya kejadian serupa terulang.
"Uang tidak pernah dapat membatalkan apa yang terjadi, kami berharap pembayaran ini memberikan kompensasi," isi pernyataan rumah sakit Leicester.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.