nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Motif Pria Beranak 5 Bunuh Siswi SMK lalu Mayatnya Diseret ke Kebun

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 15:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 09 608 2089863 ini-motif-pria-beranak-5-bunuh-siswi-smk-lalu-mayatnya-diseret-ke-kebun-x9oQeZaY4n.jpg Polres Tapanuli Utara Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Siswi SMK Karya Tarutung, Kristina boru Gultom (foto: Robert Fernando H Siregar/Okezone)

TAPANULI UTARA – Jajaran Polres Tapanuli Utara (Taput) menetapkan pria berinisial RH sebagai pelaku tunggal pembunuhan siswi SMK Karya Tarutung, Kristina boru Gultom.

Kapolres Taput AKBP Horas M Simaremare menerangkan, tersangka RH (36) nekat menghabisi nyawa korban yang juga tetangganya di kebun Sitolu-tolu, Dusun Barbaran Pangguan, Desa Hutapea Banuarea, Minggu 5 Agustus 2019.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Siswi SMK di Tapanuli Ternyata Pria Beranak 5, Motifnya Masih Digali 

Polres Tapanuli Utara Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Siswi SMK Karya Tarutung, Kristina boru Gultom (foto: Robert Fernando H Siregar/Okezone)

Horas menjelaskan, saat mengendarai sepeda motor tersangka melihat korban berjalan sendirian, kemudian menyapa korban serta mengajak untuk dibonceng karena tujuan mereka searah.

Namun, lanjut Kapolres Taput, korban menolak dan memaki pria beranak lima tersebut. Tak hanya itu, korban juga meludahi wajah tersangka. Tidak terima dan emosi, tersangka memarkirkan sepeda motornya dan mengejar korban.

"Tersangka menangkap korban dan mendorong korban hingga terjatuh. Korban lalu berdiri dan melarikan diri ke arah kebun. Tersangka kembali mengejar korban dan korban terjatuh karena kebun ditumbuhi tanaman liar. Tersangka menyeret korban ke tengah kebun dan korban teriak minta tolong," ujar Horas dalam gelar perkara kasus pembunuhan siswi SMK di Polres Taput, Jumat (9/8/2019).

Horas menambahkan, korban sempat melakukan perlawanan, sehingga tersangka nekat mencekik leher korban selama 15 menit hingga tak sadarkan diri. Setelah melihat korban tidak bergerak lagi, tersangka mengambil handphone dari celana korban dan uang pecahan Rp5 ribu. Kemudian, tersangka mengambil 1 botol minyak kayu putih dari kantong celana korban dan membuangnya di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Tersangka kembali menyeret korban dengan tujuan menyembunyikan korban. Tersangka membuka pakaian korban, karena pakaian korban telah tergulung akibat korban diseret. Tanpa busana, korban diletakkan tersangka di bawah pokok bambu dengan posisi telungkup dan tersangka meninggalkan korban," ucap dia.

Baca Juga: Hilang Sejak Semalam, Siswi SMK Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kebun 

Polres Tapanuli Utara Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Siswi SMK Karya Tarutung, Kristina boru Gultom (foto: Robert Fernando H Siregar/Okezone)

Tersangka RH dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan, dengan ancaman penjara 15 tahun. Lalu tersangka juga dijerat Pasal 365 ayat (3), yakni pencurian dengan kekerasan yang disertai dengan pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.

"Namun dalam penyidikan, pasal bisa berubah, apabila ada temuan-temuan baru oleh penyidik dalam pemeriksaan. Jadi pasal awal yang diterapkan oleh penyidik tidak mutlak menjadi acuan untuk pelimpahan berkas perkara ke jaksa penuntutan umum," tutur dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini