Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Jokowi Minta Petani Beralih ke Pertanian Modern

Presiden Jokowi Minta Petani Beralih ke Pertanian Modern
Foto: dok.Humas Kementan
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif melakukan upaya modernisasi pertanian dengan pengembangan teknologi pertanian, mulai dari perbenihan, cara tanam, perhitungan pola tanam berbasis IT, hingga mekanisasi. Pertanaman dan panen komoditas utama seperti padi dan jagung secara khusus dikembangkan dengan cara memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam lima tahun ini, Kementerian Pertanian sudah membagi berbagai alat mekanisasi pertanian seperti traktor, excavator, dan bulldozer ke daerah-daerah yang memiliki lahan yang luas seperti Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut).

“Saya juga kaget juga dalam satu kabupaten traktornya begitu banyaknya, excavator-nya begitu banyaknya, sehingga lahan besar bisa dikerjakan dengan mekanisasi peralatan-peralatan yang ada yang saya lihat itu bantuan dari Menteri Pertanian,” ujar Jokowi saat berdialog dengan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2018), dikutip dari laman setkab.go.id

Untuk itu, Presiden meminta kepala daerah yang pengelolaan lahannya masih manual, segera meminta ke Kementerian Pertanian agar diberi alsintan. “Jadi kita ubah petani yang sudah berpuluh-puluh tahun melakukan land clearing dengan cara membakar, diganti dengan pembersihan land clearing dengan traktor, dengan excavator tanpa harus membuat api,” tutur Presiden.

“Berilah petani-petani kita dengan dengan mindset yang baru, pola pikir yang baru dalam bekerja, jangan biarkan mereka sudah berpuluh-puluh tahun, kita masih melihat petani yang enggak mungkin mau land clearing, dua hektar dicangkul, enggak mungkin,” ujarnya.

Sementara Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan dalam 4,5 tahun terakhir pemerintah telah melaksanakan pengadaan alsintan dalam jumlah besar dan menetapkan visi mekanisasi pertanian modern. Menurut Mentan tidak mungkin capaian swasembada beras dan jagung saat ini diraih dengan cara-cara tradisional.

"Mekanisasi mempercepat cara kerja petani, menggugah anak muda kembali ke pertanian, dan meningkatkan produksi pangan kita secara luar biasa. Pada tahun 2014, level mekanisasi pertanian hanya 0,14. Pada tahun 2018 kemarin meningkat signifikan menjadi 1,68,” jelas Amran.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement