PAN Minta Gerindra Ungkap Sosok "Penumpang Gelap" yang Ingin Membuat Situasi Kacau

Senin 12 Agustus 2019 12:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 605 2090793 pan-minta-gerindra-ungkap-sosok-penumpang-gelap-yang-ingin-membuat-situasi-kacau-Gt6w9NIykC.jpg Saleh Daulay.

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN, Saleh Partaoanan Daulay meminta Partai Gerindra mengungkap sosok "penumpang gelap" yang dianggap ingin membuat Indonesia "chaos". Saleh menilai isu ini tidak boleh dianggap remeh sehingga harus diungkapkan kepada publik siapa yang dimaksud.

"Isu 'penumpang gelap' itu harus diungkap kepada publik, karena disebut berencana membuat Indonesia chaos. Mereka ingin Indonesia ribut dan pada akhirnya menyalahkan Jokowi," kata Saleh di Jakarta, sebagaimana diberitakan Antaranews, Senin (12/8/2019).

Saleh menilai isu "penumpang gelap" itu potensial mendatangkan bahaya bagi keutuhan bangsa, sehingga Gerindra harus membuka seluas-luasnya tentang keberadaan orang-orang tersebut.

Dia menilai perlu diungkap siapa saja mereka, apa motifnya, siapa di belakangnya, dan bagaimana relasinya dengan Prabowo selama kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Ini tidak boleh berhenti sampai pada isu saja. Harus dituntaskan agar semua pihak merasa nyaman dan tidak terusik," ujarnya.

Dia menilai kalau isu itu tidak diungkap, maka kasihan orang-orang yang merasa tertuduh dan dikhawatirkan juga akan ada sikap saling curiga di masyarakat.

Andre Rosiade.

Andre Rosiade

Selain itu dia menilai jika isu itu tidak dibuka ke publik, justru penyebutan adanya pihak ketiga itu sendiri yang menimbulkan kegelisahan baru.

"Padahal, masyarakat kita saat ini sudah sangat tenang, tidak ada riak-riak pasca-penetapan pemenang pilpres. Kalau tidak dibuka ke publik, bisa saja akan menimbulkan saling curiga," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan ada “penumpang gelap” yang memanfaatkan Prabowo Subianto dan bertujuan membuat situasi Indonesia kacau dan juga menginginkan Presiden Jokowi disalahkan atas kondisi tersebut.

Andre mengatakan aparat keamanan sudah mengetahui sosok “penumpang gelap” tersebut dan dipastikan sosok tersebut bukan berasal dari partai politik maupun kalangan ulama.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini