Tapi, apa yang disampaikannya itu ada penekanan-penekanan terhadap mereka agar mereka tidak terpengaruh yang akan merubah Pancasila salah satunya khilafah.
"Tidak benar menaikan bendera merah putih itu khafir. Menyanyikan lagu Indonesia raya itu, khafir. Tahu tidak yang mendirikan bangsa ini sudah pada mati menyatu dengan tanah hanya untuk Pancasila," terang Menhan pada Okezone usai kuliah umum.
Menurut Menhan, cinta Tanah Air itu harus ditekankan pada para mahasiswa. Karena, mereka inilah dua puluh tahun lagi yang akan mengatur negara ini.
"Kalau tidak ada Pancasila, rusak negara ini seperti di Timur Tengah. Tidak ada lagi NKRI. padahal NKRI itu harga mati. Dan syariah itu ada di sila pertama. Para pendiri bangsa itu sudah memikirkan semuannya untuk bangsa ini. Mau bicara syariah, mau bicara Tauhid, semua ada di pancasila. Lakum dinukum waliyadin juga ada di Pancasila," jelasnya.
Sehingga, Menhan tidak memperdulikan bila dirinya orang yang paling dibenci teroris. Bagi dirinya, sampai kapanpun Pancasila dan NKRI harga mati.
"Sudah hebat itu Pancasila," pungkasnya.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.