nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bersihkan Parit, Warga Temukan Struktur Bangunan Peninggalan Kerajaan Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 22:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 14 519 2092026 bersihkan-parit-warga-temukan-struktur-bangunan-peninggalan-kerajaan-majapahit-SIsmVNyinl.jpg Situs Majapahit di Mojokerto (Foto: Ist)

MOJOKERTO - Warga di Dusun Sumberejo, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dikejutkan dengan penemuan sebuah struktur batu bata yang diduga merupakan bekas pemukiman zaman Kerajaan Majapahit.

Penemu yang juga warga sekitar Samin menyatakan penemuan struktur batu bata berawal saat dirinya tengah membersihkan parit yang ada di dekat rumahnya pada Selasa 13 Agustus 2019 kemarin.

"Saat membersihkan dengan pacul tiba-tiba membentur seperti batu yang keras. Saat digali ternyata ada sebuah struktur batu bata," ujar Samin pada Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, batu bata yang ditemukan memiliki ukuran yang berbeda, pertama dengan panjang 29 cm, lebar 20 cm, dan ketebalan 7 cm. Sedangkan ukuran kedua lebih kecil dengan panjang 28 cm, lebar 18 cm, dan ketebalan 5 cm.

Situs Majapahit

"Kemarin sudah dilaporkan langsung ke perangkat desa dan diteruskan ke BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur). Memang sebelumnya juga pernah ditemukan uang kuno di sekitar lokasi penemuan struktur batu bata," lanjutnya.

Sementara itu, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melalui arkeolognya, Wicaksono Dwi Nugroho membenarkan laporan warga akan adanya temuan struktur batu bata yang menyerupai sebuah bangunan.

Situs Majapahit

"Benar ini memang kemarin telah dilaporkan ke kami. Jadi ini semacam pondasi rumah di suatu kompleks permukiman kuno," bebernya.

Menurutnya, peninggalan Kerajaan Majapahit yang ditemukan di Kecamatan Dawarblandong menjadi yang pertama, mengingat lokasinya yang cukup jauh dari pusat Kerajaan Majapahit di Trowulan.

"Ini jadi temuan pertama di Dawarblandong. Temuan ini menjadi penting lantaran sebaran areanya yang cukup jauh. Nanti kita akan kordinasi dengan Pemkab Mojokerto untuk proses ekskavasi," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini