nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1 dalam 50 Juta, Ibu di Kazakhstan Lahirkan Bayi Kembar Berselang 11 Pekan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 08:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 19 18 2093903 1-dalam-50-juta-ibu-di-kazakhstan-lahirkan-bayi-kembar-berselang-11-pekan-gO88y3nLir.jpg Bayi kembar Liya dan Maxim. (Foto: East2west News)

ASTANA - Seorang ibu di Kazakhstan dengan bangga menunjukkan bayi kembarnya yang mengejutkan dunia medis dengan lahir berselang hingga 11 pekan. Liliya Konovalova, 29 tahun melahirkan seorang bayi perempuan prematur pada 24 Mei, tetapi putranya tidak lahir sampai 9 Agustus.

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Kazakhstan, kemungkinan kasus seperti ini terjadi adalah satu dalam 50 juta. Ini adalah kasus pertama yang terjadi di negara Asia Tengah itu.

Liya, putri kecil Liliya, lahir ketika ibunya baru hamil 25 pekan, beratnya hanya kurang dari 1 kilogram, dan harus dirawat intensif selama sebulan. Sementara putranya, Maxim lahir dua setengah bulan kemudian untuk bergabung dengan kembarannya, dengan berat lebih dari 3 kilogram.

"Putraku tidak terburu-buru untuk keluar ke dunia," kata Liliya sebagaimana dilansir Mirror, Selasa (20/8/2019).

Menurut petugas medis, Liliya memilki dua uterus yang merupakan kondisi langka yang dia miliki sejak dikandung oleh ibunya. Kondisi itu dikenal sebagai uterus didelphys, itu berarti masing-masing bayi kembar Liliya berkembang di rahim mereka sendiri.

Sang ibu yang bangga sekarang bersiap untuk membawa pulang kedua bayinya, yang sekarang beratnya hampir mencapai 4,5 kilogram.

"Saya terkejut ketika saya mengetahui bahwa saya memiliki kondisi seperti itu," katanya. “Saya sangat khawatir tentang kehidupan bayi prematur saya.

“Tapi dokter kami hebat. Apa yang mereka lakukan adalah keajaiban. Mereka menunjukkan diri mereka sebagai profesional sejati”.

Liliya yang berasal dari Uralsk melahirkan bayi pertamanya, seorang gadis, tujuh tahun lalu tanpa ada masalah. Tetapi, kehamilan keduanya lebih “sulit” dan dia baru menyadari kerumitannya setelah bayi kembar yang pertama lahir.

“Kami segera mengetahui tentang kondisi ini, selama kelahiran pertama,” kata Wakil Direktur Pusat Prenatal Regional, Eset Yeralin. “Jadi spesialis kami merawat langsung kelahiran kedua”.

"Selama ini si ibu ada di pusat kami, merawat anak perempuan dan menunggu kelahiran kedua".

Para spesialis mengatakan kelahiran seperti itu sangat jarang tetapi, ketika terjadi, kesenjangan antara bayi selama 11 pekan juga sangat tidak biasa.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini