nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musim Kemarau Jadi Momen Tepat Sosialisasikan Program Asuransi Usaha Tani Padi

Selasa 20 Agustus 2019 09:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 1 2094138 musim-kemarau-jadi-momen-tepat-sosialisasikan-program-asuransi-usaha-tani-padi-5PXcAdCmES.jpg Foto: Kementan

JAKARTA - Kemarau di sejumlah daerah Indonesia yang terjadi saat ini memang menjadi ancaman tersendiri bagi petani. Kini petani tak perlu khawatir karena pemerintah telah memfasilitasi dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Namun musim kemarau yang menyebabkan lahan petani kekeringan menjadi momentum meningkatkan sosialisasi Asuransi Pertanian.

Dengan adanya AUTP, petani yang terkena musibah banjir dan kekeringan bisa mendapatkan ganti rugi. Dengan membayar premi hanya Rp36 ribu/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan dan serangan OPT dapat klaim (ganti) Rp6 juta/ha.

“AUTP ini akan terus kami sosialisaikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (PSP), Sarwo Edhy di Jakarta.

Dalam program asuransi pertanian, pada 2019 pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp163,2 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Rp144 miliar untuk AUTP dan Rp19,2 miliar untuk AUTS/AUTK (Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau). Besaran premi Rp180 ribu/ha. Dari jumlah premi tersebut petani hanya diwajibkan membayar sebesar 20% atau Rp36 ribu/ha, sedangkan 80% sisanya atau Rp144 ribu disubsidi pemerintah. Dengan klaim yang dapat diterima oleh petani sebesar Rp6 juta/ha.

Untuk AUTS dan AUTK, besaran premi ditetapkan Rp200 ribu/ekor. Jumlah tersebut terdiri atas premi swadaya sebesar 20% atau Rp40 ribu/ekor. Sedangkan 80% sisanya atau Rp160 ribu/ekor merupakan premi subsidi. Nilai pertanggungan ditetapkan sebesar Rp10 juta/ekor.

Strategi Genjot Serapan

Pemerintah menargetkan AUTP pada 2019 seluas 1 juta ha. Namun Direktur Pembiayaan Pertanian, Ditjen PSP, Indah Megahwati mengakui, target AUTP memang belum tercapai. Hingga kini baru terealisasi 290.211,96 ha atau 29,02%. Sementara itu, untuk AUTS/AUTK pada 2019, ditargetkan menjangkau 120 ribu ekor. Dari target tersebut baru terealisasi 14.219 ekor

Menurut Indah, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah sosialisasi yang belum maksimal. Untuk menggenjot peserta AUTP, Kementerian Pertanian telah menyiapkan strategi. “Target saya dalam 2 bulan ini menyelesaikan asuransi AUTP dan AUTS bisa mencapai 90% di September. Kita akan jemput bola, dengan pararel melakukan kegiatan terutama di tiga Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah,” ujar Indah.

Selain itu, lanjut Indah, pihaknya juga akan meningkatkan sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP). Sebab sistem pendaftaran online akan mempermudah petani mengikuti program asuransi pertanian, baik AUTP maupun AUTS/AUTK. “Mengenai asuransi, sekarang online. Kita akan melihat lagi seperti apa aplikasinya. Selain ada asuransi, nanti akan ada kegiatan lainnya di online untuk kesejahteraan petani, ini sedang kta rancang,” tambahnya.

Indah juga mengaku jumlah peserta (petani) belum mencapai target bukan semata karena petani tidak mau mengikuti program asuransi. Namun ada penyebab lainnya, seperti penyuluh pertanian dan pihak asuransi yang kurang mensosialisasikan ke petani. “Karena aplikasi barunya online, dan masih ada beberapa kendala, seperti penyuluh yang belum paham juga termasuk sinyal yang sulit,” katanya.

Karena itu Indah mengungkapkan, pada 2020 pihaknya akan memberikan penyuluh pertanian insentif pulsa untuk kegiatan penyuluhan asuransi pertanian dan kartu tani.“Kita harapkan bisa di-launching kegiatan initahun 2019,” ujarnya.

Untuk percepatan penyerapan asuransi pertanian, Indah mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pemetaan terlebih dahulu untuk mengetahui kawasan mana saja yang memiliki peluang besar untuk memperoleh konsumen. Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat merupakan provinsi yang menjadi sasaran awal.

”Kami akan ke Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan untuk memasukkan agenda. Karena mereka dapat bantuan untuk progran SERASI, jadi supaya mereka juga masuk asuransi. Kita jemput bola bersama pihak asuransi,” ungkap Indah.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini