nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Mobil Polisi China" Muncul di Australia di Tengah Panasnya Demonstrasi Hong Kong

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 20 18 2094180 mobil-polisi-china-muncul-di-australia-di-tengah-panasnya-demonstrasi-hong-kong-WwVtxjjM98.jpg Foto: Facebook.

SYDNEY - Seiring dengan memanasnya demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong, sejumlah kendaraan yang memiliki detail mirip dengan mobil polisi China mulai bermunculan di Australia, menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran. Kepolisian di Australia Selatan dan Barat telah melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kemunculan mobil-mobil itu di jalanan Perth dan Adelaide.

Menurut laporan South China Morning Post, mobil-mobil itu memiliki stiker dan tanda berbahasa China yang diterjemahkan menjadi "keselamatan publik" dan "polisi".

BACA JUGA: China Minta Kanada Tidak Ikut Campur Urusan Hong Kong

Kepolisian Australia Selatan mengonfirmasi ke outlet berita itu pada Senin bahwa pihaknya “melakukan penyelidikan terhadap kendaraan tersebut dan pemiliknya”. Sementara ABC melaporkan petugas Kepolisian Australia Barat (WA) telah dapat menemukan dan menanyai pengemudi dari salah satu mobil polisi palsu itu.

"Polisi WA berbicara kepada pengemudi kendaraan yang menyatakan bahwa dia membeli stiker itu secara online," kata seorang juru bicara kepolisian pada 19 Agustus sebagaimana dilansir Sputnik, Selasa (20/8/2019). "Dia memasangnya di mobilnya sebagai lelucon dan setelah diajak bicara oleh polisi telah melepasnya dari kendaraannya".

Akhir pekan lalu, sejumlah demonstrasi diadakan di Adelaide, Brisbane, Sydney dan Melbourne sebagai bagian dari gerakan global “#StandWithHK” dalam mendukung protes RUU anti-ekstradisi yang sedang berlangsung di Hong Kong.

Para pengunjuk rasa di Australia menegaskan kembali lima tuntutan yang dibuat oleh para demonstran Hong Kong kepada pemerintahnya: pencabutan RUU ekstradisi yang saat ini ditangguhkan, pembatalan penggunaan kata "kerusuhan" oleh pemerintah untuk untuk menggambarkan demonstrasi, pengunduran diri dua kepala eksekutif, penyelidikan independen atas tindakan Kepolisian Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir dan pembebasan tanpa syarat dari mereka yang ditangkap sehubungan dengan protes.

BACA JUGA: China Tidak Akan Duduk Manis jika Situasi Hong Kong Memburuk

Unjuk rasa di Australia berlangsung dengan damai.

Sikap pemerintah Australia, yang mengkritik cara pemerintah menangani demonstrasi telah mendorong reaksi dari China. Duta Besar China untuk Australia, Cheng Jingye berbicara dengan Sydney Morning Herald dan mengingatkan pemerintah Australia bahwa masalah di Hong Kong adalah "semata-mata urusan dalam negeri China," mengatakan segala upaya untuk membantu "kelompok radikal yang melakukan kekerasan" di jalanan tidak akan luput dari perhatian Beijing.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini