Sementara, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman mengatakan, pin emas memang selalu didapat para anggota dewan setiap pergantian periode.
"Pin dikasih ke semua anggota dan tidak dikembalikan (jadi milik) bukan inventaris Pemda DKI," ujar Taufiq kepada Okezone.
Soal jumlah anggaran yang mencapai miliaran, ia mengaku tidak tahu-menahu. "Mungkin saja harga emas naik dan untuk pengerjaan pin dibentuk sesuai logo DPRD kan pasti ada biayanya juga," kata dia.
(Angkasa Yudhistira)