nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianiaya Senior, Seorang Santri di Mojokerto Tewas dengan Luka di Kepala

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 01:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 21 519 2094546 dianiaya-senior-seorang-santri-di-mojokerto-tewas-dengan-luka-di-kepala-4Mdx4QRaSr.jpg Seorang santri di Ponpes Mambaul Ulum meninggal diduga dianiaya seniornya. (Foto: Polres Mojokerto)

MOJOKERTO – Seorang santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Mojokerto, Jawa Timur, dilaporkan tewas dengan luka di kepala. Santri dengan nama Ari Rivaldo (16), warga Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, ini diduga menjadi korban penganiayaan kakak seniornya.

Kasubag Humas Polres Mojokerto Ipda Tri Hidayati mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk teman satu kamar korban, Ari Rivaldo tewas diduga dianaya oleh WN (17) asal Pacet, Mojokerto, dengan dilakukan pemukulan dan dibenturkan ke dinding pada bagian kepala.

Baca juga: Sakit Hati Pacar Direbut, Pria Ini Kepruk Kepala Sopir Angkot Pakai Batu 

"Informasi dari saksi di Ponpes Mambaul Ulum memang terjadi demikian. Jadi korban ini dibenturkan ke dinding yang mengakibatkan kepala bagian belakang sebelah kanannya berdarah. Sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Sakinah," jelas Tri Hidayati kepada Okezone, Selasa 20 Agustus 2019 malam.

Ia menambahkan, selain Ari Rivaldo, ada satu korban lagi yakni PG (15), santri asal Desa Menganti, Gresik. Beruntung, PG tidak mengalami luka-luka.

"Korban bersama temannya berinisial PG ini keluar pondok tanpa izin. Saat keluar itu santri senior memeriksa kamarnya dan tidak ditemukan. Saat korban dan temannya kembali, keduanya diajak kembali ke kamar. Di sanalah diduga santri senior tersebut melakukan tindakan tersebut (penganiayaan)," jelas Tri.

Baca juga: Sering Keluar Rumah, Istri Dianiaya hingga Akhirnya Meninggal di RS 

Setelah mengetahui korban PG tidak terluka, polisi pun memutuskan fokus kepada santri Ari Rivaldo yang meninggal dunia.

"Dari penyelidikannya dilakukan dengan tangan kosong. Tapi kami dalami, sementara ini fokus penyelidikan kepada korban yang meninggal dunia. Meski sebenarnya ada korban lainnya juga," tambah Tri.

Guna mendalami kasus ini, kepolisian telah memeriksa terduga pelaku berinisial WN dan sejumlah saksi lainnya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mojokerto.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini