Sementara itu, Danu Prijambodo selaku Direktur PT Wijaya Karya (Persero) menilai pelaksanaan SMN telah berjalan lancar dan sesuai dengan rencana, rangkaian kegiatan pun dirancang untuk mencapai tujuan yakni mengenalkan beragam budaya dan kekayaan alam Nusantara sehingga membuat mereka semakin bangga dengan negaranya. Mungkin kedepannya kegiatan ini dapat berlangsung lebih lama sehingga pengalaman yang didapatkan pun lebih banyak.
“Sebagai calon leader di masa depan, kegiatan ini dapat menjadi bekal untuk pembangunan di masa depan, dengan mengenal keanekaragaman bangsa ini diharapkan dapat meningkatkan kembali semangat gotong royong dan tenggang rasa antar masyarakat," ujar Danu.
Salah satu perwakilan siswi dari Jawa Tengah, Grace, mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak BUMN atas terselenggaranya kegiatan SMN ini, sehingga bisa diberi kesempatan untuk mendapatkan berbagai pengalaman yang tidak terlupakan.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya dan teman-teman saya dari Jawa Tengah bisa menginjakkan kaki di Sulawesi Utara. Selain keanekaragaman budaya dan mengunjungi berbagai objek wisata, hal yang membuat saya kagum dan tidak terlupakan adalah bagaimana toleransi yang tinggi dari masyarakat Sulawesi Utara,” ungkap Grace.
Dalam acara penutupan itu, para siswa peserta SMN saling bertukar menampilkan kesenian dari daerah yang dikunjungi, para siswa asal Sulawesi Utara menampilkan tari Semarangan yang merupakan tarian tradisional Jawa Tengah. Sebaliknya para peserta SMN asal Jawa Tengah menampilkan tarian poco-poco, tarian khas dari Sulawesi Utara. Suasana semakin meriah karena pada momen tari poco-poco tersebut seluruh tamu undangan dan siswa/i dari Sulawesi Utara ikut menari bersama dengan siswa/i dari Jawa Tengah. (Adv)
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.