nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korut Nilai Uji Rudal Amerika Serikat Bisa Picu Perang Dingin

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 17:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 22 18 2095323 korut-nilai-uji-rudal-amerika-serikat-bisa-picu-perang-dingin-bDegQ7iN14.jpg Uji peluncuran rudal jelajah milik Amerika Serikat. Foto/Reuters

SEOUL - Juru bicara Korea Utara mengatakan uji coba rudal jelajah jangka menengah milik Amerika serikat (AS) bisa memicu perang dingin baru.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut menginformasikan bahwa Korut tetap pada pendiriannya untuk menyelesaikan semua isu melalui dialog dan perundingan.

Laporan Reuters mengutip Media pemerintah Korut KCNA menyatakan bahwa dialog yang diiringi dengan ancaman militer tidak menarik bagi Korut.

"Sejumlah langkah militer berbahaya dan luar biasa kini berada di cakrawala, yang akan menimbulkan perang dingin baru di semenanjung Korea dan kawasan tersebut," bunyi pernyataan itu.

Baca juga: Putin Anggap Peluncuran Rudal Amerika Serikat sebagai Ancaman

Baca juga: Rusia dan China Desak Dewan Keamanan PBB Bertemu Bahas Uji Coba Rudal AS

Pembicaraan antara AS dan Korut belum digelar kembali sejak tertunda oleh kandasnya KTT kedua antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Hanoi pada Februari.

Foto/Reuters

Trump dan Kim bertemu kembali pada Juni di perbatasan antar-Korea dan keduanya sepakat untuk membuka kembali perundingan tersebut.

Utusan AS yang memimpin pembicaraan dengan Korut, Stephen Biegun, telah berada di Seoul sejak Selasa setelah singgah sejenak di Jepang untuk membahas denuklirisasi Korut.

"Kami siap untuk terlibat segera setelah mendengar dari mitra-mitra kami di Korea Utara," kata Biegun, Rabu.

Pernyataan KCNA juga menggemakan protes berulang-ulang Korea Utara terhadap senjata teknologi tinggi yang diimpor oleh Korea Selatan seperti jet siluman F-35, dan menyebut mereka melakukan "provokasi serius."

Pentagon pada Senin mengatakan bahwa pihaknya menguji coba rudal jelajah yang diluncurkan di darat dengan jangkauan lebih dari 500 km (310 mil), suatu uji coba pertama kali sejak Amerika Serikat menarik diri dari Pejanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini