Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Struktur DPP PKB Diserahkan ke Cak Imin, Posisi Sekjen Bakal Dihapus

Abdul Rochim , Jurnalis-Kamis, 22 Agustus 2019 |00:25 WIB
Struktur DPP PKB Diserahkan ke Cak Imin, Posisi Sekjen Bakal Dihapus
Muktamar V PKB di Bali (Rochim/MNC Media)
A
A
A

BALI - Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Nusa Dua, Bali, resmi ditutup, Rabu (21/8/2019) malam. Untuk struktur kepengurusan periode 2019-2024, Muktamar hanya memutuskan posisi Ketua Umum yang kembali dipegang Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dan KH Dimyati Rois sebagai Ketua Dewan Syuro.

Sementara struktur lengkap kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB diserahkan kepada Cak Imin sebagai mandataris tunggal dan baru akan dibentuk di luar forum Muktamar. Namun, Cak Imin rencananya menghilangkan posisi sekretaris jenderal (sekjen) dalam struktur pengurus DPP PKB lima tahun ke depan.

Steering Commite Muktamar 2019 Ida Fauziyah mengatakan, Cak Imin yang terpilih secara aklamasi dan menjadi mandataris tunggal Muktamar akan menyusun kepengurusan DPP PKB Periode 2019-2024 di luar forum Muktamar.

"Kita mandatkan kepada beliau. Pada saatnya beliau akan mengumumkan kepengurusan DPP PKB," ujar Ida Fauziyah ditemui usai acara penutupan Muktamar.

Mengenai komposisi kepengurusan DPP mendatang semuanya diserahkan kepada Cak Imin sebagai mandataris tunggal. "Beliau yang akan melihat kebutuhannya dan melihat kebutuhan strukturnya dan kebutuhan resources-nya," katanya.

 Muktamar PKB

Mengenai waktu pastinya, Ida mengatakan tidak ada ketentuan baku sehingga semua diserahkan kepada Cak Imin. "Tapi beliau pasti sesegera mungkin menyusun kepengurusan beliau," katanya.

Sementara untuk posisi ketua Dewan Syoro yang dipercayakan kepada KH Dimyati Rois, Ida mengatakan bahwa keputusan itu hasil musyawarah para pengurus Dewan Pimpinan Wilayah atau Majelis Pimpinan Wilayah (MPW).

"Setelah ada permusyawaratan di tingkat MPW, sebagai ketua sidang, saya meminta persetujuan muktamirin pada pleno keenam tadi siang," katanya.

Baca juga: KH Ma'ruf Amin Ingin PKB Ambil Peran Lebih Besar

Mengenai penyusunan kepengurusan DPP yang tidak dilakukan di forum Muktamar, Ida mengatakan bahwa setiap partai memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan kebijakannya, termasuk dalam hal menyusun kepengurusan DPP.

Perubahan Formasi

Sebelumnya Ketum PKB Muhaimin mengatakan akan ada perubahan formasi dalam struktur DPP PKB ke depan. Salah satunya adalah posisi sekjen dihapus dan mengangkat wakil ketua umum partai.

Posisi Sekjen PKB saat ini masih dijabat oleh Hanif Dhakiri. Jika posisi ini dihapus, sebagai gantinya akan dibentuk jabatan baru yakni direktur eksekutif.

"Ada aspirasi tidak ada sekjen. Yang ada direktur eksekutif. Nah, aspirasinya perubahannya di situ. Jadi sekjen selama ini kan politis yah, jadi sehingga banyak karena politis, nanti politisnya diambil alih ketua umum," tutur Cak imin ditemui wartawan di arena Muktamar.

Lantas, apa peran direktur eksekutif nantinya? Cak Imin mengatakan bahwa hal ini masih akan dibahas di internal partai. "Ini masih kita coba usulan itu diakomodir atau tidak."

Cak Imin beralasan, rencana perubahan struktur kepartaian itu muncul dari daerah-daerah dan presentasi para ahli di depan sejumlah Dewan Pimpionan Wilayah (DPW). Cak Imin sendiri mengaku masih bingung apakah akan tetap mempertahankan posisi sekjen atau direktur eksekutif yang menggantikan peran sekjen.

"Aku masih bingung karena ini ide baru yang istilahnya hasil kajian. Kalau sekjen politis, jadi apa namanya yang ngurus ke dalam kurang. Kalau wakil ketua umum yang politis, misalnya direktur eksekutif yang ke dalam itu," katanya.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement