Karhutla di Gunung Merapi Berhasil Dipadamkan

Minggu 25 Agustus 2019 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 25 1 2107271 karhutla-di-gunung-merapi-berhasil-dipadamkan-MLiFAbiPQX.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

MAGELANG - Upaya pemadaman api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) membuahkan hasil. Pada Sabtu 24 Agustus 2019 siang, lahan sekitar 0,432 haktare yang terbakar dipastikan telah padam.

Kebakaran yang terjadi di TNGM, Blok Gentong, RPTN Srumbung, SPTN Wil I tersebut berhasil dipadamkan melalui kerjasama petugas Balai TNGM bersama relawan gabungan yang berasal dari Koramil Srumbung, BPBD Kab Magelang, Penyuluh Kehutanan Dinas LHK Jateng di Srumbung, serta Paguyuban Merapi Hijau - PMH.

"Alhamdulillah kebakaran hutan sudah berhasil kami padamkan dan semoga tidak ada kebakaran susulan di kawasan TNGM," jelas Kepala Balai TNGM, Pujiati.

Usaha Pemadaman karhutla terjadi dua hari, yaitu sejak Jumat malam hingga Sabtu siang. Kejadian karhutla pertama kali diketahui terjadi pada Jumat malam 23 Agustus 2019 pukul 18:20 wib di sekitar SD Negeri Ngargosoko 2. Laporan awal kejadian karhutla tersebut berasal dari masyarakat. Dikarenakan kondisi telah malam, tidak memungkinkan melanjutkan upaya pemadaman, sehingga dilanjutkan keesokan harinya.

Upaya pemadaman pada Sabtu dimulai sejak pagi pukul 07.15 WIB, tim berjumlah 30 orang yang berasal dari petugas Balai TNGM sebanyak 22 orang serta relawan gabungan dari Koramil Srumbung sebanyak 1 orang, BPBD Kab Magelang sebanyak 4 orang, Penyuluh Kehutanan Dinas LHK Jateng di Srumbung sebanyak 1 orang, Paguyuban Merapi Hijau - PMH sebanyak 2 orang, berhasil mencapai lokasi dan mulai aktifitas untuk mop up (memastikan bara api benar-benar padam) menggunakan alat manual (gepyok, parang, jet shooter). Sementara itu peralatan mekanis berupa mesin pompa, selang, mobil tangki slip on unit, dan cairan khusus pemadaman sedang masih akan disusulkan menuju lokasi.

Setelah dilakukan mop up terlihat terdapat beberapa lokasi bekas kebakaran yang masih meninggalkan bara. Petugas menyemprotkan air dengan menggunakan pompa manual (jet shooter). Selain itu juga dibuat sekat bakar dengan membersihkan semak-semak untuk menjaga supaya bara api tidak menjalar dan menimbulkan api. Dilakukan juga pemotongan beberapa batang pohon kering (sisa erupsi 2010) yang masih berasap untuk selanjutnya dilakukan penyemprotan.

Kemudian pada pukul 11.30 wib, tim yang menyiapkan peralatan mekanis telah sampai lokasi. Petugas kemudian menyemprotkan air lagi ke lokasi bekas kebakaran untuk memastikan bara benar-benar mati. Setelah bara mati, dilakukan monitoring pasca kebakaran dengan melakukan pengukuran area terbakar. Kemudian pada pukul 13.17 Wib, area dinyatakan clear dan bara api sudah berhasil diatasi. Dari pengamatan di lokasi kebakaran di blok Gentong (grid C5d), merupakan area hutan pinus dan semak belukar. Diketahui setidaknya disana terdapat 67 pohon pinus kering (sisa erupsi tahun 2010) yang sangat mudah terbakar.

"Upaya selanjutnya dari kejadian kebakaran hutan kemarin, akan dilanjutkan dengan meningkatkan pencegahan dan membuat posko bersama siaga dalkarhutla di Blok Gentong, OWA Jurang Jero dan daerah rawan lainnya mulai hari ini sampai dengan berakhirnya musim kemarau dengan melibatkan personil jaga dari petugas TNGM bersama2 TNI, Polri, BPBD, Pokwis, dan relawan lainnya," pungkas Pujiati.(adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini