Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejumlah Pengurus Golkar Kecewa Tak Bisa Masuk ke Kantor DPP

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Rabu, 04 September 2019 |19:58 WIB
 Sejumlah Pengurus Golkar Kecewa Tak Bisa Masuk ke Kantor DPP
Nusron Wahid (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah pengurus Golkar menyampaikan kekecewaan karena dihalangi masuk kantor DPP partai Golkar yang berada di Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, hari ini Rabu (4/9/2019).

Salah satu pengurus yang menyampaikan adalah Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Nusron Wahid. Dia mengaku tak bisa masuk ke dalan kantor DPP bersama kader lainnya.

"Pengurus berusaha untuk datang ke DPP Partai Golkar. Namun, tidak bisa masuk, karena dikunci rapat," ujar Nusron saat berkumpul dengan kader Golkar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

Dijelaskan Nusron, pihak yang mengunci rapat kantor Golkar berasal dari Angkatan Muda Partai Golkar atau AMPG. Selain pagar dikunci, puluhan polisi juga menghalangi pengurus Golkar menuju kantornya.

"Ini adalah sesuatu yang sangat tragis," beber Nusron

Kemudian, dilanjutkan Nurson salah satu diantara pengurus yang dihalangi masuk yakni Bendahara Golkar Rabert J Kardinal. Apalagi menurutnya pengurus yang rajin membayar perawatan gedung Golkar tak bisa masuk masuk ke kantor partai berlambang beringin ini.

"Seorang pengurus, bendahara partai yang selama ini membayar maintenance, memgecat semua, membayar mereka semua, tetapi tidak bisa masuk kantor partai? Jadi saya kehilangan akal sehat ini kalau kata Rocky Gerung, niatnya mulia, meminta konfirmasi sekali lagi kepada ketua umum sama Sekjen tentang kapan dilaksanakan pleno DPP Partai Golkar," tandas Nusron.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement