BANYUWANGI - Rowo Bayu yang terdapat di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, yang identik dengan kisah KKN Desa Penari yang viral ternyata tak hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa, tapi juga sejarah.
Budayawan lokal Banyuwangi, Mohammad Syaiful, menjelaskan ada peristiwa penting berkaitan dengan Rowo Bayu yang menjadi bagian dari Kerajaan Blambangan.
"Ada peristiwa penting disana dimana saat terjadi peperangan panglima perang Belanda yang saat itu bernama VOC tewas terbunuh oleh salah satu lurah. Orang kepercayaan Belanda yang bernama Alap - Alap juga tewas terbunuh oleh Pangeran Jagapati, cucu Tawangalun," jelasnya.

Bahkan karena sengitnya peperangan yang disebut Puputan Bayu tersebut, dikisahkan Syaiful Belanda sampai harus menghabiskan dana senilai 8 ton emas untuk menumpas Kerajaan Blambangan dan pasukan - pasukannya di daerah Rowo Bayu itu.
"Meski pada akhirnya yang menang VOC Belanda, tapi mereka harus habis - habisan melawan rakyat yang dipimpin Pangeran Jagapati. Berhasil menang karena melakukan adu domba sehingga pasukan Jagapati terpecah sehingga mudah ditaklukkan Belanda," tambahnya.
Puputan Bayu pada tahun 1771 sendiri disebut sebagai awal dari kemusnahan Kerajaan Blambangan yang ditumpas oleh Belanda yang kala itu masih bernama VOC.