Pemkab Purwakarta Usul Perbanyak Fasilitas Penunjang Keselamatan di Cipularang

Mulyana, Okezone · Sabtu 07 September 2019 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 07 525 2101852 pemkab-purwakarta-usul-perbanyak-fasilitas-penunjang-keselamatan-di-cipularang-Kg7QEnHVB8.jpg Jalan Tol Cipularang. (Foto: BPJT Kementerian PU)

PURWAKARTA – Tol Cipularang saat ini seolah jadi lokasi menakutkan bagi sebagian pengguna jalan yang melintas dari Jakarta menuju Bandung atau sebaliknya. Terlebih lagi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur bebas hambatan itu seakan tidak ada habisnya.

Tidak heran jika sejauh ini jalan bebas hambatan yang menghubungkan Bandung dan Jakarta tersebut kerap menjadi perhatian serius banyak pihak. Apalagi jika menilik dari seringnya terjadi kecelakaan di sana.

Baca juga: Polisi Dalami Perusahaan Truk Tambang Diduga Penyebab Kecelakaan Tol Cipularang 

Tak jarang juga banyak masyarakat mengaitkan kecelakaan di Jalan Tol Cipularang dengan hal-hal mistis. Padahal sebenarnya kecelakaan itu sebagian besarnya karena faktor kelalaian manusia.

Lokasi kecelakaan beruntun di Tol Cipularang. (Foto: Ist)

Kengerian yang terbayang di Jalur Tol Cipularang sebenarnya tidak hanya menjadi perhatian masyarakat. Petugas kepolisian di wilayah ini juga menyadari hal itu.

Baca juga: Banyak Kendaraan Melebihi Muatan Jadi "Kambing Hitam" Angkernya Tol Cipularang 

Apalagi, hasil pemetaan pihak berwenang di wilayah tersebut menyimpulkan terdapat beberapa titik rawan terjadi kecelakaan (black spot).

Di jalan tol penghubung dua kota besar ini ada 10 kilometer yang dianggap rawan. Mulai dari kilometer 90 hingga 100 di kedua arah. Jalur tersebut secara teritorial masuk wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika tidak menampik jika di Jalan Tol Cipularang yang masuk wilayahnya terdapat beberapa titik rawan kecelakaan. Menurut dia, hal tersebut harus menjadi perhatian bersama.

Atas dasar itu pula ke depannya Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengusulkan supaya pihak pengelola jalan tol memperbanyak kamera pengintai (CCTV) di jalur yang masuk wilayah Purwakarta. Termasuk, mendorong supaya diperbanyak rambu-rambu, penerangan jalan, hingga penambahan garis kejut. Tujuannya untuk meminimalisasi kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Faktor Human Error di Balik Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang 

"Dalam hal ini, kami mengajak seluruh pihak terkait, bagaimana supaya kecelakaan di jalur tol ini bisa diminimalisasi. Salah satu caranya mungkin bisa dengan memperbanyak fasilitas penunjang keselamatan," ujar Anne ketika berbincang dengan Okezone, Sabtu (7/9/2019).

Jalan Tol Cipularang. (Foto: Okezone)

Terkait usulan itu, Anne berharap nantinya kamera CCTV tersebut bisa terintegrasi dengan aplikasi pelayanan berbasis digital yang dimiliki pemerintah daerah, yakni Ogan Lopian. Hal itu agar Pemkab Purwakarta bisa turut memantau aktivitas di sana.

Baca juga: Masih Luka Parah, WNA Korban Kecelakaan Cipularang Malah Minta Pulang 

"Itu pun jika dibolehkan sama Jasa Marga. Jadi kami ingin CCTV di jalur tol yang masuk wilayah kami itu terintegrasi dengan aplikasi Ogan Lopian yang kita miliki," jelas Anne.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat usulan ini, baik ke Kemenhub maupun PT Jasa Marga. Termasuk, usulan kamera CCTV supaya bisa terkoneksi dengan aplikasi Ogan Lopian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini