nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Ancam Keamanan, Anggota DPR Kenya Ingin Kentut di Pesawat Diatur UU

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 18 2104538 dianggap-ancam-keamanan-anggota-dpr-kenya-ingin-kentut-di-pesawat-diatur-uu-AOCsgxuPxo.jpg Ilustrasi.

NAIROBI - Seorang anggota parlemen Kenya menuntut disahkannya undang-undang yang dapat membantu kru kabin menghadapi penumpang yang kentut di pesawat. Hal itu disampaikan karena kentut telah dianggap sebagai sebuah ancaman keamanan di dalam pesawat.

“Ada satu gangguan yang sering diabaikan, dan ini adalah tingkat kentut di dalam pesawat... Jika tidak dikelola dengan baik, ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa tidak aman di atas pesawat," kata Lilian Achieng Gogo, anggota parlemen untuk konstituensi Rangwe di Kenya barat sebagaimana dilansir BBC, Jumat (13/9/2019).

Anggota parlemen berkontribusi untuk mosi tentang amandemen undang-undang tentang pelanggaran yang dilakukan di pesawat.

Di antara perbaikan undang-undang yang diusulkannya salah satunya adalah yang akan memungkinkan kru penerbangan untuk mengeluarkan obat-obatan anti perut kembung kepada penumpang.

“Kita harus memiliki sistem makanan yang ditawarkan di atas pesawat dan kita harus memiliki sistem medis dasar yang mampu mengurangi tingkat gas yang dapat dikeluarkan seseorang dalam penerbangan."

Gogo menjelaskan bahwa kentut adalah sebuah gangguan yang dapat menyebabkan perkelahian antar sesama penumpang di dalam pesawat. Dia juga ingin semua penerbangan lokal dan internasional memiliki paramedis di dalamnya, serta aturan mengenai jumlah alkohol yang disajikan pada penumpang.

“Minum-minum yang terjadi dalam penerbangan mengerikan, itu lebih buruk daripada apa yang terjadi di sini di darat. Kita harus memiliki sistem di mana kita dapat mengelola dan mengendalikannya... juga riwayat kesehatan masyarakat harus diperoleh sebelum mereka dilayani minuman beralkohol tertentu untuk keamanan mereka sendiri."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini