nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Burung Merpati Jadi Mata-Mata AS Selama Perang Dingin

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 08:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 16 18 2105667 burung-merpati-jadi-mata-mata-as-selama-perang-dingin-o0YZrqZcrf.jpg Replika burung merpati yang dipasang kamera di Museum Antwerp, Belgia. (Foto/Wikipedia Commons)

BADAN Intelijen Amerika Serikat (AS) CIA telah membuka rincian misi rahasia mata-mata menggunakan burung merpati selama Perang Dingin dengan Uni Soviet.

File-file itu mengungkapkan bagaimana merpati dilatih untuk misi memotret situs sensitif di dalam Uni Soviet.

Rilis ini juga mengungkapkan bagaimana gagak digunakan untuk menjatuhkan perangkat penyadap di kusen jendela dan lumba-lumba dilatih untuk misi bawah air.

CIA percaya bahwa hewan dapat memenuhi tugas "unik" untuk operasi rahasi agensi.

Di dalam markas CIA di Langley, Virginia, AS ada sebuah museum, yang sayangnya tertutup bagi masyarakat umum.

Foto/Reuters

Koresponden BBC Gordon Corera selama kunjungan untuk mewawancarai direktur CIA melihat sesuatu yang tidak biasa di antara semua perangkat yang mengganggu dan alat mata-mata.

Alaty itu adalah merpati dengan kamera diikat padanya.

Operasi tahun 1970-an diberi nama sandi Tacana dan mengeksplorasi penggunaan merpati dengan kamera kecil untuk mengambil foto secara otomatis, demikian ditunjukkan oleh file-file yang baru dirilis.

Ia mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa merpati memiliki kemampuan yang luar biasa. Mereka dapat dikerahkan ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya dan masih menemukan jalan untuk pulang.

Penggunaan merpati untuk komunikasi sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tetapi dalam Perang Dunia Pertama mereka mulai digunakan untuk pengumpulan informasi intelijen.

Dalam Perang Dunia Kedua, cabang intelijen Inggris yang sedikit diketahui—MI14—menggunakan Secret Pigeon Service yang menggunakan burung dalam sebuah wadah dengan parasut di atas negara Eropa. Sebuah kuesioner dilampirkan. Lebih dari 1.000 merpati kembali dengan pesan termasuk rincian situs peluncuran roket V1 dan stasiun radar Jerman.

Satu pesan dari kelompok perlawanan bernama Leopold Vindictive menghasilkan laporan intelijen setebal 12 halaman yang dikirim langsung ke Perdana Menteri Inggris saat itu Winston Churchill.

Setelah perang, "Sub-Komite Pigeon" khusus dari Komite Intelijen Gabungan Inggris ditutup. Namun CIA mengambil alih dalam mengeksploitasi merpati.

Operasi Tacana tumbuh dari pekerjaan yang dilakukan pada 1960-an yang melihat kegunaan untuk hewan yang berbeda. File-file itu mengungkapkan bahwa CIA melatih gagak untuk mengirim dan mengambil benda-benda kecil hingga 40 gram dari jendela gedung-gedung yang tidak bisa diakses.

Sinar laser merah digunakan untuk menandai target dan lampu khusus akan menarik burung itu kembali. Pada satu kesempatan di Eropa, CIA secara diam-diam mengirimkan perangkat penguping burung ke jendela.

CIA juga melihat apakah burung yang bermigrasi dapat digunakan untuk menempatkan sensor untuk mendeteksi apakah Uni Soviet telah menguji senjata kimia. Tampaknya juga ada uji coba beberapa jenis stimulasi otak listrik untuk memandu anjing dari jarak jauh, meskipun banyak detail masih diklasifikasikan.

Foto/Wikipedia Commons

Sebuah operasi yang sebelumnya dilaporkan disebut Acoustic Kitty melibatkan penempatan perangkat ke kucing.

Pada 1960-an, file menunjukkan CIA menggunakan lumba-lumba untuk sebuah operasi intelijen.

Sementara di Key West Florida, sebuah tim mencoba menggunakan lumba-lumba hidung botol untuk melakukan serangan di bawah air terhadap serangan musuh.

Ada juga tes apakah lumba-lumba dapat membawa sensor untuk mengumpulkan suara kapal selam nuklir Soviet atau mencari jejak senjata radioaktif atau biologis dari fasilitas terdekat.

Mereka juga melihat apakah lumba-lumba dapat mengambil atau menempatkan paket pada kapal saat bepergian.

Pada 1967, CIA menghabiskan lebih dari USD600.000 (Rp8,4 miliar) untuk tiga program - Oxygas untuk lumba-lumba, Axiolite melibatkan burung dan Kechel anjing dan kucing.

Satu file merinci pelatihan menggunakan elang Kanada di atas kapal.

Merpati terbukti paling efektif dan pada pertengahan 1970-an CIA mulai menerbangkan serangkaian misi pengujian. Satu di atas penjara, satu di atas Yard Navy di Washington DC.

Burung merpati itu dipasang dengan kamera berharga USD2 ribu (Rp28 juta) yang memiliki berat hanya 35 gram.

Pengujian menunjukkan menghasilkan bahwa sekitar setengah dari 140 gambar berkualitas baik. Gambar-gambar menunjukkan detail yang sangat jelas dari orang yang berjalan dan mobil yang diparkir di Navy Yard.

Foto/Wikipedia Commons

Para ahli menemukan bahwa kualitas foto-foto itu lebih tinggi daripada yang dihasilkan oleh satelit mata-mata yang beroperasi saat itu.

Dalam sebuah misi, burung merpati dikirim secara diam-diam ke Moskow, Rusia. CIA melihat banyak cara mereka bisa dilepaskan, mungkin dari bawah mantel tebal atau dari lubang di lantai mobil ketika diparkir.

CIA bahkan berpikir merpati dapat dilepas jendela saat mobil melaju hingga 80 kilo meter per jam. Seekor merpati akan diluncurkan beberapa kilometer lokasi target dan kemudian akan terbang sebelum kembali ke tempat yang telah dilatih untuk pulang.

Berapa banyak misi sebenarnya yang dilakukan burung mata-mata merpati dan apa yang CIA kumpulkan? Rupanya itu masih rahasia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini