nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Padamkan Karhutla, Petugas Pemadam Kebakaran Dites Kesehatannya

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 02:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 19 340 2107064 padamkan-karhutla-petugas-pemadam-kebakaran-dites-kesehatannya-6LU1p6VuJA.jpg Petugas pemadam kebakaran saat dites kesehatannya (foto: Sigit/inews)

KOBAR - Tim kesehatan dari RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng melakukan tes kesehatan kepada 31 orang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kobar, untuk mengetahui kandungan zat monoksida (CO) di markas Damkar Kobar, Kamis (19/9/2019).

Tes kesehatan bagi tim satgas karhutla ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ISPA dan juga untuk mengetahu seberapa besar zat CO di dalam paru paru petugas, lantaran setiap hari berjibaku dengan asap kebakaran lahan.

“Jadi tim dari RSUD Sultan Imanuddin mendatangi markas Damkar untuk mengecek kondisi kesehatan. Mulai melihat tensinya, cek fisik dan yang terakhir adalah mengecek kandungan CO di dalam paru menggunakan alat smoke analyzed,” ujar dokter spesialis paru RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Zainudin Azis Sp disela sela kegiatannya memeriksa tim satgas karhutla, Kamis (19/9/2019).

 Baca juga: Pakar Kesehatan: Kualitas Udara 'Sangat Berbahaya' Akibat Asap Karhutla

Ia menjelaskan, untuk tingkatan kandungan monoksida (CO) dalam tubuh, angka 1 sampai 6 PPM masuk dalam kategori normal, 7 sampai 9 masuk dalam kategori waspada dan nilai 10 atau lebih sudah melebihi batas atau berbahaya. Saat dicek dari 31 orang, mayoritas di angka 10 PPM, bahkan ada yang mencapai 37 PPM, 24 PPM. Namun rata rata diangka 10-15 PPM.

“Namun angka ini tidak bisa langsung dikatakan parah karena asap kebakaran lahan, jika orangnya perokok berat bisa jadi efek angka tinggi PPM nya dari situ,” ujar Zainudin.

 Baca juga: WALHI: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Dijerat Pidana dan Pencabutan Izin

Ia melanjutkan, data yang sudah ia dapat ini selanjutkan akan dilakukan tes lanjutan bagi yang kandungan monoksidanya di atas 10 PPM.

“Di situlah nantinya akan ketahuan secara detail apakah ini gara-gara asap karhutla atau memang orangnya perokok berat. Dan semua hasil kita serahkan ke Dinkes Kobar,” tambah Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Fachrudin.

Sementara itu, Kepala Satuan Satpol PP dan Damkar Kobar, Majerum Purni mengatakan, jika nantinya berdasarkan analisa tim kesehatan ada petugas yang harus dilakukan perawatan akan diikuti saran dan anjurannya.

“Ya kita lihat nanti hasil analisa tim dokter rumah sakit dan Dinkes Kobar. Jika memang harus istirahat maka akan kita istirahatkan, karena bagi kami keselamatan petugas yang utama,” pungkas Purni.

Sebelumnya, sebanyak 16 orang dari tim satuan tugas (satgas) kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng dalam paru parunya sudah terkandung zat monoksida yang mencapai kadar angka 9 mendekati 10 atau sudah melebihi batas (berbahaya). Hal itu diketahui setelah 39 orang anggota BPBD Kobar melakukan pemeriksaan di Dinas Kesehatan Kobar pada Senin (16/9/2019).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini