Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Periksa 3 Saksi Terkait Suap Meikarta

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 01 Oktober 2019 |11:17 WIB
 KPK Periksa 3 Saksi Terkait Suap Meikarta
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, dalam kasus suap dugaan pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Mereka adalah, Kadis Perumahan dan Permukiman Kota Cimahi, M Nur Kuswandana, wiraswasta, Muhammad Idrus dan Kabid Teknik Dinas Bina Marga Kota Bandung, Gumilang.

"Mereka akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Iwa Karniwa," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

 Baca juga: Aher Kembali Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Proyek Meikarta

KPK telah menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) non-aktif Pemprov Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa (IWK) sebagai tersangka pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin mega proyek Meikarta di Cikarang.

 Korupsi

Iwa Karniwa diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta.

Selain Iwa, KPK telah menetapkan mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara ini.

 Baca juga: KPK Periksa Kabid Fisik Bappeda Jabar Terkait Suap Meikarta

Bartholomeus diduga bersama-sama dengan terpidana kasus korupsi ini yaitu, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.‎

Mereka diduga menyuap mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar yang uangnya disinyalir berasal dari PT Lippo Cikarang. Uang tersebut untuk mengurus IPPT terkait pembangunan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement