JAKARTA – Sidang paripurna kedua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kembali digelar setelah diskors selama 15 menit karena hanya dipandu satu pimpinan sementara yakni Hillary Brigita Lasut.
Rapat diskors untuk melakukan lobi-lobi di antara perwakilan fraksi dan kelompok DPD mengenai siapa yang menggantikan Sabam Sirait sebagai unsur tertua yang tidak mendampingi unsur termuda Hillary dalam memimpin sidang paripurna MPR.
Baca juga: Sidang Paripurna Kedua MPR Hanya Dihadiri 376 Anggota
Hasil lobi-lobi kemudian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal MPR Maruf Cahyono. Dia mengatakan posisi Sabam sesuai aturan dapat diganti dengan unsur tertua lainnya yaitu Abdul Wahab Dalimunthe yang merupakan anggota tertua mewakili DPR RI.

"Hasil tertua dan termuda pada sidang paripurna lalu, tertua kedua adalah Abdul Wahab Dalimunthe dari Partai Demokrat berusia 80 tahun," kata Maruf.
Baca juga: Sidang Kedua MPR Dipimpin Hillary Brigita Lasut Dibanjiri Interupsi
Setelah mendengarkan hasil lobi-lobi, Hillary yang duduk di meja pimpinan menanyakan kepada anggota yang hadir apakah agenda dapat dilanjutkan dengan pergantian Sabam Sirait kepada Abdul Wahab Dalimunthe.
"Apakah agenda ini disetujui?" ujar Brigita.
"Setuju," jawab semua anggota dewan.
Setelah menjadi pimpinan, Abdul Wahab meminta kepada anggota yang hadir untuk tidak berburuk sangka. Dia hanya menggantikan Sabam Sirait yang tidak bisa hadir karena berhalangan, dan bukanlah sebuah ambisinya.
"Saya mohon maaf. Jangan dianggap saya istilahnya ada ambisi untuk memimpin sidang sementara," tutur Abdul Wahab yang kemudian disambut tepuk tangan anggota dewan.
Baca juga: Viral Megawati Tak Salami Surya Paloh saat Pelantikan DPR
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.