Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pengungsi Wamena Asal Ponorogo Alami Trauma Berat Akibat Kerusuhan

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 03 Oktober 2019 |13:55 WIB
Kisah Pengungsi Wamena Asal Ponorogo Alami Trauma Berat Akibat Kerusuhan
(Foto: Avirista/Okezone)
A
A
A

PONOROGO - Tujuh warga Ponorogo yang menjadi pengungsi Wamena akhirnya tiba di kampung halamannya, Kamis (3/10/2019) pagi. Mereka kemudian diantarkan ke Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo.

Mereka terdiri dari empat orang dewasa dan tiga anak-anak yang berasal dari dua kepala keluarga. Sulastri, salah seorang pengungsi mengungkapkan masih mengalami trauma atas insiden di Wamena.

"Saya masih cemas dan takut, awalnya kejadian itu di kotanya, tapi akhirnya merambat ke desa. Korbannya sebenarnya lebih dari 100 orang," ujar Sulastri ditemui awak media pada Kamis pagi.

Sulastri menyebut pergerakan massa yang cepat membuatnya tak sempat mengevakuasi barang dagangannya. Ia mengaku hanya membawa beberapa stel pakaian dan dokumen secukupnya dalam dua tas kecil.

Foto: Avirista/Okezone

"Tak sempat bawa apa-apa, barang dagangan dan harta lainnya saya tinggal, saya hanya sempat bawa dokumen dan beberapa pakaian saja. Lihat tuh hanya dua tas kecil itu yang saya bawa," kata Sulastri sambil menunjukkan tas kecil yang ia bawa.

Nasib serupa dialami Ridwan, seorang guru yang telah bertugas di Wamena sejak 1990-an. Pria yang lahir di Wamena itu mengaku masih trauma yang luar biasa. "Saya lahir di sana, orang tua juga sudah menjadi guru di sana sejak tahun 1984. Kemarin itu benar - benar mengerikan sekali. Banyak kejadian pembunuhan dan pembakaran rumah, sasarannya pendatang. Semua saya tinggal yang penting saya sekeluarga selamat," kisahnya sambil meneteskan air air mata.

Namun meski menjadi korban, Ridwan mengaku tak kapok bila harus kembali merantau ke Wamena, Papua. Bahkan ia mendoakan keadaan di Wamena segera pulih supaya bisa kembali beraktivitas.

"Semoga segera pulih dan tidak ada lagi kejadian kayak ini lagi. Saya akan kembali setelah kondisi pulih aman dulu," ucapnya.

Pemkab Ponorogo melalui Dinas Sosial berjanji akan mencukupi kebutuhan para pengungsi. "Kita akan cukupi kebutuhan semuanya dan kebutuhan sehari-hari setelah diantarkan ke kampung halaman masing-masing. Nanti sambil menunggu kondisi Wamena aman, mereka (pengungsi) kita akan pantau terus perkembangannya," ucap Kepala Dinas Sosial Ponorogo, Supriyadi.

Sulastri dan Ridwan menjadi bagian dari 120 orang pengungsi Wamena asal Jawa Timur yang dipulangkan. Mereka tiba di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, pada Rabu sore 2 Oktober 2019 kemarin.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement