Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ada Benih Separatis, Mahfud MD : Penyelesaian Konflik Papua Harus Bijak

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 03 Oktober 2019 |19:15 WIB
Ada Benih Separatis, Mahfud MD : Penyelesaian Konflik Papua Harus Bijak
Mahfud MD di kediaman Try Sutrisno (Foto : Okezone.com/Fahreza)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) Mahfud MD mengunjungi kediaman Mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno di Wisma Menhan, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019).

Mahfud MD mengatakan kunjungannya ke kediaman Try Sutrisno untuk membicarakan persoalan yang berkaitan dengan konflik di Papua. Menurut dia penyelesaian konflik tersebut mesti dilakukan secara bijak lantaran ada benih-benih separatis di sana.

"Menyelesaikan (konflik) Papua harus bijak karena memang di Papua itu ada benih-benih separatis yang ditinggalkan oleh penjajah Belanda dulu yang selalu berusaha menggerogoti kesetiaan nasional saudara-saudara kita," katanya di lokasi.

Ilustrasi konflik di Papua

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu berujar, banyak bangsa dan negara-negara lain mengincar Papua karena berbagai kelebihan yang terdapat didalamnya. Sehingga, tak ayal gerakan separatis selalu mengintainya.

"Karena banyak bangsa dan negara lain yang sebenarnya mengincar Papua sehingga di sana selalu ada yang mempengaruhi adanya gerakan separatis," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Mahfud, ia meyakini hampir seluruh rakyat Papua memiliki rasa kesetiaan nasional yang tinggi terhadap Indonesia. Karena itu, Mahfud mengimbau agar seluruh komponen di sana tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

"Tetapi harus diingat bahwa menyelesaikan masalah di Papua itu harus dalam koridor. Harus menyeimbangkan tujuan, kesejahteraan dan keamanan, keduanya harus dikaitkan dalam keseimbangan, jangan sampe pecah," tuturnya.

Baca Juga : Tersangka Kerusuhan Wamena Papua Bertambah Jadi 7 Orang

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, turut hadir Sekjen GSK Alissa Wahid, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini, rohaniawan sekaligus filsuf Franz Magnis Suseno.

Hadir pula Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Sudhamek, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo, dan tokoh bangsa lainnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement