JAKARTA - Pertemuan para tokoh agama dan adat yang diprakarsai Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI sebagai respons atas peristiwa kekerasan dan konflik di Papua mendapat apresiasi. Pengamat militer Mufti Makarim mengatakan, langkah tersebut menunjukkan Menhan Ryamizard Ryacudu sangat peka menemukan solusi konflik horizontal tersebut.
"Kemenhan di bawah Ryamizard Ryacudu memiliki kepekaan dalam melihat aktor dan kelompok yang dapat menjadi pintu masuk yang tepat dalam memahami persoalan sekaligus membuka jalan penyelesaian yang bermartabat dan menjunjung tinggi semangat persatuan nasional," kata Mufti, Jumat (4/10/2019).
Menurut dia, para tokoh agama dan tokoh adat adalah figur yang disegani dan didengar komunitas-komunitas di dalam masyarakat, sehingga dengan melibatkan mereka maka kekerasan dan konflik seperti yang terjadi di tanah Papua dapat dihentikan dan proses pemulihan berkelanjutan pun bisa disegerakan.
Langkah Menhan yang akan menghadap Presiden untuk menyampaikan masukan dari para tokoh adat sekaligus pandangannya pasca-dialog itu menurut Mufti sudah tepat. Sebab, sebagai pembantu Presiden, setiap menteri wajib melaporkan kinerjanya, terlebih terkait stabilitas keamanan nasional.
Sebab lanjut Mufti, masukan yang diberikan kepada Presiden akan menjadi kebijakan pemerintah, sehingga jika tidak berdasarkan masukan yang tepat akan berdampak pada kebijakan yang merugikan masyarakat.
"Menhan konsisten sebagai perekat berbagai komponen bangsa dalam bingkai NKRI terbukti diapresiasi banyak kalangan melalui sikap dukungan dan kehadiran para tokoh dari Sabang sampai Merauke dalam pertemuan ini," tandasnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.