JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam hal ini Bank DKI akan menggandeng sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Masjid Sunda Kelapa untuk mendorong penerapan transaksi non tunai.
Maka, setiap PKL di kawasan Sunda Kelapa akan menjadi merchant aplikasi JakOne Mobile. Dengan begitu pula, PKL Sunda Kelapa bisa menerima pembayaran non- tunai melalui QR Code.
Baca Juga: Jakarta Belum Kondusif, Anies Batalkan Kunker ke Denmark
Melalui kerjasama itu, Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi juga menyerahkan sejumlah fasilitas, yakni berupa gerobak dan etalase kepada PKL Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.
"Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Bank DKI kepada pelaku UMKM di DKI Jakarta dan dukungan terhadap Program Kerja Pemprov DKI. Kami berharap, fasilitas gerobak ini bermanfaat bagi peningkatan pendapatan para pedagang sekitar masjid Sunda Kelapa," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama pula, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi memberikan apresiasi bantuan yang diberikan Bank DKI kepada para pedagang di Masjid Sunda Kelapa.
“Ini masjid kebanggaan di Jakarta Pusat, juga berada di kawasan ring satu di Jakarta Pusat. Jadi penataan PKL di kawasan ini harus lebih rapi dari kawasan yang lain. Apalagi, pengunjungnya orang kantoran. Ini menjadi kebanggaan tetapi harus menjadi perhatian kita,” ucap Irwandi.
Menurutnya, adanya bantuan yang diberikan Bank DKI, tugas para pedagang tinggal menjaga kebersihan dan kerapihan. Pihaknya tidak ingin, PKL hanya menjadikan kondisi di kawasan tersebut menjadi kotor dan kumuh.
"Kita enggak mau PKL dianggap cuma bikin kotor dan kumuh. Kita ingin PKL bersih, rapi dan tidak kumuh. Kalau nanti ada ped agang enggak mau ikut aturan, hanya ada dua pilihan, mau meng-upgrade dirinya atau keluar dari sini,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Pimpinan DPRD DKI Ditetapkan, Anies Harap Raperda Cepat Diselesaikan
(Arief Setyadi )