Bawa 8 Unit iPhone 11 dari Singapura, Dua Mahasiswa Diringkus Tim Bea Cukai Soetta

Jum'at 11 Oktober 2019 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 11 1 2115742 bawa-8-unit-iphone-11-dari-singapura-dua-mahasiswa-diringkus-tim-bea-cukai-soetta-qQ6xYFC776.jpg Foto: Dirjen Bea Cukai

TANGERANG – Upaya penyelundupan delapan unit iPhone 11 dari Singapura berhasil digagalkan oleh tim Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta. Dua pelaku yang merupakan mahasiswa universitas ternama di Indonesia tersebut mengaku menjalani bisnis "jasa titipan".

Aksi TLS dan VA membawa delapan unit iPhone 11 dari Singapura menjadi masalah karena melanggaran aturan kepabeanan. Pasalnya, gagdet terbaru keluaran Apple Inc. itu belum melewati proses pajak yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk mengelabui petugas, TLS dan VA membawa handphone tanpa dilengkapi kotak. Dari hasil pemeriksaan, kotak sengaja ditinggal di Singapura setelah barang tersebut dibeli. Selanjutnya, iPhone 11 disimpan di saku dan ditempel di paha menggunakan lakban.

"Pelaku memasukkan iPhone-nya ke kantong baju, bahkan ada yang dilakban di paha salah seorang pelaku,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta, Erwin Situmorang.

Cara lain untuk menghindari kecurigaan petugas, keduanya keluar bandara secara terpisah. Namun berkat kejelian tim Bea Cukai, aksi TLS dan VA tetap terbongkar. Dari hasil pemeriksaan, TLS membawa enam unit iPhone sedangkan VA dua unit. Penindakan terhadap dua mahasiswa ini berlangsung pada 9 Oktober 2019 malam.

Saat dimintai keterangan, TLS dan VA mengaku bahwa delapan unit iPhone 11 tersebut merupakan titipan. Keduanya menjalani bisnis jasa penitipan (jastip) barang karena permintaan begitu tinggi. Seperti diketahui, iPhone 11 baru akan masuk Indonesia pada Desember 2019.

Erwin menegaskan tak ada larangan untuk berbisnis jastip, hanya saja harus mengikuti aturan berlaku. “Kami mengimbau agar masyarakat dapat menaati aturan barang bawaan penumpang. Saat ini nilai pembebasannya USD 500/penumpang. Jadi kalau lebih dari itu silakan untuk membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor,” ungkap Erwin. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini