Sementara itu, pengamat militer Mufti Makaarim memuji cara Menhan meredam gejolak di Tanah Papua. Menurutnya, kunjungan Menhan ke Papua dalam rangka mendengar aspirasi tokoh dan masyarakat Papua sangat positif.
Terlebih lanjut Mufti, kunjungan itu juga diwarnai kegiatan simbolik 'perikatan keluarga' dengan mengangkat Menhan sebagai sebagai bagian dari marga Wally dari wilayah adat Mamta, Papua.
"Perikatan simbolik ini memiliki dua makna mendalam, yaitu 'pengakuan' persaudaraan Nusantara tanpa sekat wilayah dan suku dari masyarakat Papua kepada Menhan, yang ini dilakukan dengan tulus oleh masyarakat Papua yang memandang Menhan sebagai bagian dari mereka, sesama bangsa Indonesia," kata dia.
Makna kedua sambung dia, ialah pengakuan bahwa kehadiran Menhan sebagai simbol kehadiran negara sangat diterima di hati masyarakat Papua. Masyarakat Papua pun mengapresiasi dengan menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka dan rasa percaya bahwa pemerintah yang direpresentasikan oleh Menhan bisa mendengar, menerima dan akan mewujudkan mimpi mereka.
"Kunjungan penting Menhan yang pernah menyatakan mewakafkan hidupnya bagi NKRI ini mengungkapkan fakta bahwa konflik dan kerusuhan yang selalu dimunculkan di Papua adalah upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah NKRI dan merusak citra masyarakat Papua yang notabene mencintai Indonesia sebagaimana masyarakat di wilayah lainnya," tuturnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.