Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat Nilai Pemerintahan yang Kuat Perlu Oposisi yang Tangguh

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Minggu, 13 Oktober 2019 |06:42 WIB
Pengamat Nilai Pemerintahan yang Kuat Perlu Oposisi yang Tangguh
Presiden Jokowi bertemu Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Juamt (11/10/2019). (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)
A
A
A

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menyayangkan jika Partai Gerindra memutuskan gabung ke koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin pada 5 tahun mendatang.

Menurutnya, jika ingin membangun pemerintahan yang kuat, diperlukan juga oposisi yang tangguh di dalamnya. Hal tersebut guna terjadi pengontrolan dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintahan.

"Jadi struktur berpikirnya, Indonesia membutuhkan pemerintahan yang kuat sekaligus juga di saat yang bersamaan membutuhkan oposisi yang tangguh. Agar terjadi check and balances dalam pemerintahan," ucap Ujang kepada Okezone, Sabtu (12/10/2019).

Jokowi-Prabowo bertemu di Istana Merdeka. (Ist)

Ujang pun menilai kalau dalam pemerintahan ke depan tidak memiliki oposisi yang kuat, bukan tidak mungkin kalau situasi di era Orde Baru akan dirasakan lagi oleh masyarakat Indonesia.

"Kenapa dulu saya ilustrasikan Orde Baru mohon maaf, kenapa hancur? Karena tidak ada yang mengontrol. Kalau Demokrat sudah bergabung, lalu Gerindra bergabung, ini kan tidak ada oposisi yang menguat," ujarnya.


Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement