Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Hadiri Undangan Jokowi, PKS: Nanti Kesannya Minta Menteri

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Rabu, 16 Oktober 2019 |17:40 WIB
Tak Hadiri Undangan Jokowi, PKS: Nanti Kesannya Minta Menteri
Hidayat Nur Wahid
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menghargai undangan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersilaturahmi dengan PKS sebelum pelantikan Presiden dan Wapres.

Menurut dia, ketidakhadiran Presiden PKS Sohibul Iman menemui Jokowi karena waktunya yang tidak tepat. Meski demikian, ia menilai, silaturahmi antara Jokowi dan pimpinan partai yang berada di luar pemerintahan merupakan suatu langkah yang baik.

"Nanti jangan sampai kesannya ada pertemuan, kemudian artinya mau koalisi, mau gabung, minta menteri. Ribet lagi nanti jadinya," ujar Hidayat di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

PKS telah menyatakan sikap politik untuk berada di luar pemerintahan. HNW menilai, Jokowi juga tengah pusing tujuh keliling dalam menyusun Kabinet Kerja jilid II di pemerintahannya.

Jokowi-Maruf Amin

"Karena Pak Jokowi saja saya kira hari-hari ini cukup puyeng memikirkan porsi kementerian untuk seluruh partai pendukungnya. Kan partai pendukung beliau tidak sedikit. Padahal katanya komposisi menteri antara profesional partai dan profesional nonpartai, yang partai hanya 40 persen," tuturnya.

HNW menerangkan bahwa bila porsi menteri partai sebesar 40% berarti hanya mengisi 16 kementerian dari 34 kementerian dan lembaga yang tersedia. Padahal, lanjut dia, Jokowi-Ma'ruf didukung enam parpol dalam Pilpres 2019.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement