nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sinar Api Setinggi 25 Meter Terus Menyembur dari Gunung Karangetang

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 11:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 340 2117561 sinar-api-setinggi-25-meter-terus-menyembur-dari-gunung-karangetang-jNtFo6I3gD.jpg Gunung Api Karangetang. (Foto: Dok Okezone/Subhan Sabu)

SITARO – Kawah utama Gunung Karangetang masih terus mengeluarkan sinar api dengan tinggi mencapai 25 meter. Guguran lava ke arah Kali Pangih itu teramati membara dan panjangnya sekira 1.750 meter.

Guguran lava dari puncak kawah utama dan beberapa titik lelehan lava yang berada di lereng barat terjadi mengarah ke Kali Nanitu, Sesepe, Sense, Batang, dan Beha barat sepanjang 1.000 meter.

Baca juga: Gunung Karangetang Keluarkan Sinar Api Setinggi 25 Meter 

Kawah dua mengeluarkan asap putih tebal dengan tekanan gas kuat. Tinggi asap sekira 500 meter dengan sinar api sekira 10 meter terekam dari gunung yang berada di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, ini.

Status level gunung. (Foto: Dok BNPB)

"Dari ujung lelehan sesekali terjadi guguran lava pijar sekira 50 meter dan terkadang terjadi kepulan asap putih kelabu tipis," ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang Yudia Tatipang, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Gunung Karangetang Erupsi, 47 Warga Desa Dievakuasi 

Visual gunung yang berstatus Level III atau Siaga itu terlihat jelas, kabut 0–I, 0–II, hingga 0–III. Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 600 meter di atas puncak kawah.

Terekam 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–7 mm dengan lama gempa 30–60 detik. Sedangkan gempa embusan terjadi dua kali dengan amplitudo 7 mm selama 30 detik. Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,25–2 mm (dominan 0,25 mm).

"Gempa guguran masih tinggi," jelas Yudia.

Masyarakat dan pengunjung maupun wisatawan diminta agar tidak mendekat, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak kawah dua (utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah barat laut-utara sejauh 4 km, dan dari kawah utama sejauh 3 km ke arah barat.

Baca juga: Gunung Karangetang Luncurkan Lava Panas, Warga Sekitar Dievakuasi 

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Kemudian masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga pantai.

Baca juga: Gunung Karangetang Keluarkan Asap Tebal Setinggi 700 Meter 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini