Rio pun mengingatkan pada pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar punya tanggungjawab untuk membangun infrastruktur dan membangun awareness keluarga. Tidak cuma membangun ruang tapi mengesampingkan kenyaman dan keamanan.
"Selain diadakan tapi di taman-taman itu juga diciptakan kenyamanan dan keamanan, sehingga ketertarikan untuk bermain bersama di taman. Bisa menjadi tempat istirahat sekaligus refreshing itu terfasilitasi, tidak hanya formalitas namanya taman," ujarnya.
Saat ini, sambungnya, banyak pembangunan infrastruktur tapi tidak memperhatikan bagaimanan keamanannya. "Kadang-kadang kalau kita mau ke taman, banyak pengamen, banyak orang-orang yang enggak punya rumah yang tidur di sana. Jadi fungsi-fungsi tidak berjalan, ada tapi enggak berjalan," kata Rio.
Sekedar diketahui, Wawan Game yang jadi viral di media sosial dikabarkan menderita gangguan jiwa akibat kecanduan game online yang membuat jari jemarinya tak henti bergerak layaknya sedang bermain game. Pria 32 tahun tersebut dirawat di Yayasan Jamrud Biru yang merupakan tempat rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
elain Wawan Game, ada 3 pasien lain dengan kondisi kecanduan game online yang dirawat di yayasan yang terletak di Kampung Babakan Jalan Asem Sari II RT 03 RW 04, Kelurahan Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat itu. Ironisnya, ketiga pasien masih berstatus pelajar.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.