Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengamat Prediksi Kabinet Kerja Jilid II Akomodir Banyak Kelompok

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Senin, 21 Oktober 2019 |07:18 WIB
Pengamat Prediksi Kabinet Kerja Jilid II Akomodir Banyak Kelompok
ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin memprediksi susunan Kabinet Kerja jilid II untuk 5 tahun mendatang seperti kabinet kompromi.

Pasalnya, Ujang menilai pembentukan kabinet kali ini berdasarkan kompromi dari partai koalisi, dan juga ditambah dengan partai yang semulanya menjadi oposisi yang memutuskan jadi mendukung pemerintah.

"Jadi inilah yang disebut kabinet kompromi. Jadi mengakomodir kelompok-kelompok yang memang harus dirangkul," ucap Ujang kepada Okezone, Minggu (20/10/2019).

Presiden Jokowi (Foto : Okezone)

Karena itu, Ujang memprediksi sususan kabinet Jokowi dan Ma'ruf Amin yang direncanakan akan diumumkan pagi ini tidak akan jauh dari nama-nama yang selama ini berada di dalam lingkaran Jokowi.

"Saya rasa orangnya akan itu-itu saja ya. Kalau kita membaca sosok figur atau tokoh yang beredar, kan kita sudah tahu dari partai yang memang sudah berada di lingkaran Jokowi, itu-itu saja," ungkapnya.

"Karena demokrasi kita ini kan sudah dikebiri oleh oligarki dan dinasti. Isinya ya itu, itu-itu juga," tambah Ujang.

Baca Juga : Jokowi Perkenalkan Menteri Kabinet Kerja Jilid 2 Hari Ini

Baca Juga : PDIP Yakin Dapat Posisi Kementerian Penting di Kabinet Kerja Jilid II

Ujang berharap dalam Kabinet Kerja Jilid II kali ini akan banyak diisi oleh akademisi, ahli, atau yang kerap disebut dengan istilah zaken kabinet. Namun, ia melihat peluangnya akan sedikit.

"Saya berharap sih dibentuk zaken kabinet ya, dari dulu kita berwacana melulu, setiap ada pergantian presiden, menteri, selalu berdiskusi zaken kabinet, kabinet ahli, kabinet kerja, tapi kan yang terjadi tidak," tutupnya.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement