Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tito Karnavian, dari Pemburu Teroris, Kapolri, Kini Jadi Mendagri

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 23 Oktober 2019 |10:41 WIB
Tito Karnavian, dari Pemburu Teroris, Kapolri, Kini Jadi Mendagri
Jenderal Pol Tito Karnavian ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Mendagri di Kabinet Indonesia Maju (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal (Purn) Polisi Muhammad Tito Karnavian diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Kabinet Indonesia Maju. Lulusan Akpol angkatan 1987 itu bukan orang sembarangan, namun banyak pengalaman yang dimilikinya.

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan pada 26 Oktober 1964 itu sebelum ditunjuk sebagai Mendagri merupakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) ke-23. Rekam jejaknya di kepolisian terbilang cemerlang, meski kenaikan pangkatnya menjadi bintang 4 begitu cepat.

Sepak terjangnya yang paling termasyhur dalam pemberantasan terorisme. Tito pernah memimpin tim Densus 88 dan melumpuhkan teroris Dr Azhari di Batu, Jawa Timur pada 9 November 2005. Prestasinya itu mendapat penghargaan dan kenaikan pangkat dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto.

Karier Tito terus melesat ketika berhasil membongkar jaringan teroris Nurdin M Top. Ia langsung diganjar sebagai Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri pada November 2009-Oktober 2010 dengan kenaikan pangkat menjadi Brigjen.

Berbagai Kepolisian Daerah (Polda) pernah dikepalainya. Di antaranya, menjadi Kapolda Papua September 2012-Juli 2014 dan Kapolda Metro Jaya Juni 2015-Maret 2016. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada Maret 2016. Meski, beberapa bulan kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapuknya sebagai Kapolri pada 15 Juni 2016.

Penunjukan Tito sebagai Kapolri mulus, dan disetujui DPR. Ayah tiga anak itu akhirnya dilantik Presiden Jokowi pada 13 Juli 2016 remi menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang memasuki masa pensiun.

Pendidikan akademiknya, Tito mengenyam sekolah dasar dan sekolah menengah pertama ditempuh di Sekolah Xaverius. Pendidikan di SMAN 2 Palembang, dan melanjutkan pendidikan AKABRI pada 1987 lantaran tidak ingin membebani orangtua. Pendidikan di AKABRI gratis.

Pada jenjang perguruan tinggi,Tito lulus dari Universitas Exeter di Inggris dan meraih gelar MA di bidang Police Studies pada 1993. Kemudian menamatkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta pada 1996. Ia mendapat gelar Strata 1 bidang Police Studies.

Dikutip dari Wikipedia, berikut jenjang kepangkatan Tito; Letnan Dua (1987), Letnan Satu (1990), Kapten (1993), Mayor (1997), Ajun Komisaris Besar Polisi (2001).

Kemudian, Komisaris Besar Polisi (2005), Brigadir Jenderal Polisi (2009), Inspektur Jenderal Polisi (2011), Komisaris Jenderal Polisi (2016), Jenderal Polisi (2016).

Adapun riwayat jabatannya sebagai berikut:

- Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987)

- Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987–1991)

- Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991–1992)

-Wakapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya, Sespri Kapolda Metro Jaya (1996).

- Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1996–1997)

- Sespri Kapolri (1997–1999)

- Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)

- Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)

- Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulsel (2002), Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002–2003)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement